Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » HENDY TAN : MENINGGALKAN DUNIA KONSULTAN, BERBAGI MELALUI TRADING

HENDY TAN : MENINGGALKAN DUNIA KONSULTAN, BERBAGI MELALUI TRADING

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melihat liku perjalanan Hendy Tan yang tak biasa tentu mengundang pertanyaan. Seorang lulusan S2 Teknik Sipil, meninggalkan karir cemerlangnya sebagai consultant engineering, dan beralih menjadi pengajar komunitas trading.
Namun siapa sangka? Keputusannya membawanya pada keberlimpahan yang luar biasa; baik materi maupun jiwa. Simak kisah yang disadur dari YouTube Sekali Seumur Hidup berikut ini.

Berangkat dari Niat Berbagi, Bukan Sekadar Profit

“Apapun yang saya lakukan, selalu berangkat dari keinginan untuk berbagi agar orang lain tidak terjebak di dunia trading dan investasi yang salah.”

Itu bukan sekadar prinsip, tapi benang merah dari perjalanan hidup Hendy Tanuardy, pengajar sekaligus co-founder Trident Trading Academy. Di balik perannya hari ini sebagai mentor ribuan trader di saham, forex, crypto, dan gold, ada kisah pencarian, kegagalan, dan keputusan berani yang mengubah hidupnya.

Awal yang Tak Disangka: Dari Geografi ke Trading

Semua berawal saat Hendy masih duduk di bangku SMA. Umurnya baru 16 tahun ketika seorang guru geografi favoritnya, di tengah pelajaran, menyelipkan sebuah pengakuan: “Gaji guru itu kecil. Saya trading forex buat tambahan penghasilan.”

Bukan sebuah ajakan. Bukan juga sebuah pelajaran resmi. Tapi cukup untuk menyalakan rasa penasaran. Hendy mulai mencoba-coba. Awalnya asal beli, asal jual. Tidak ada strategi, tidak ada ilmu. Profit datang cepat, tapi kerugian datang lebih cepat lagi. Bertahun-tahun ia mengulangi pola yang sama; trading tanpa arah, hanya mengandalkan feeling.

Sampai akhirnya, ia berhenti dan bertanya, “Apakah memang ini hanya untung-untungan, atau ada ilmunya?”

Dari Rugi ke Realisasi: Ilmu, Emosi, dan Disiplin

Banyak orang menganggap trading itu judi. Bagi Hendy, anggapan ini lahir dari orang yang tidak memiliki strategi, pengelolaan emosi, money management yang kuat. Dengan gabungan ketiga aspek utama tersebut, trading seharusnya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang konsisten dan berdampak.

Ia mulai belajar. Bukan lagi mengandalkan rekomendasi teman, tetapi belajar analisis pasar. Ia belajar membaca market, mengatur risiko, dan yang terpenting, menurunkan ekspektasi. “Untung secukupnya, asal konsisten,” itu prinsip barunya. Ia mulai memahami bahwa diversifikasi dan manajemen risiko adalah fondasi agar dapat bertahan di dunia ini.

Dulu Ingin Jadi Guru, Kini Mengajar Lewat Trading

Keinginan Hendy untuk menjadi pengajar sudah ada sejak lama. Cita-citanya saat SMA adalah menjadi guru atau dosen. Tapi kenyataan soal penghasilan guru membuatnya mundur. Jalan hidup membawanya ke trading, tapi keinginan untuk berbagi tak pernah padam.

Lewat sosial media, Hendy mulai membagikan ilmu. Ternyata, responsnya mengejutkan. “Banyak yang suka dengan gaya mengajar saya. Dari situ saya sadar: kenapa harus saya simpan sendiri cara saya bisa profit, kalau bisa saya bagikan?”

Titik Terendah: Antara Konsultan Teknik dan Komunitas

Hendy bukan berasal dari latar keuangan. Ia lulusan teknik sipil, bahkan sempat menempuh pendidikan S2 dan bekerja sebagai konsultan engineering. Tapi di sela-sela pekerjaannya, ia membangun komunitas kecil tempat ia mengajar secara gratis.

Tiba saatnya harus memilih: karier pasti sebagai konsultan atau mengejar passion membangun komunitas edukasi trading?

“Kalau bicara kepastian, jelas teknik sipil lebih stabil. Tapi saya takut menyesal seumur hidup kalau gak ambil kesempatan ini.”

Dengan tabungan terbatas, Hendy pindah dari Bandung ke Jakarta. Komunitas naik-turun, bisnis goyah, dan trading tidak selalu memberi hasil. Di titik itu, ia nyaris menyerah dan kembali ke jalur konsultan. Tapi satu kalimat menggema di benaknya: “Masa saya kalah, saya harus ulang dari nol?”

Titik Balik: Temukan Metode Sederhana untuk Banyak Orang

Selama bertahun-tahun, Hendy mengajar berbagai teknik trading mulai dari fibonacci, chart pattern, candlestick, hingga harmonic. Tapi semua itu terasa sulit dipahami oleh orang awam. Apalagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi.

Sampai akhirnya, ia menemukan satu pendekatan yang sangat sederhana: metode kotak-kotak. Visual dan praktis. Tapi awalnya belum cukup akurat untuk konsistensi jangka panjang. Hendy tidak puas. Ia memperbaiki metode itu, membangun ulang sistemnya, melakukan backtest, dan menyederhanakannya agar siapapun bisa mempraktekkan.

“Saya gak suka trading pakai perasaan. Harus ada data, backtest, dan hasil yang bisa diulang.”

Metode ini menjadi titik balik. Dari nyaris menyerah, ia bangkit. Membangun tim dari nol, memperluas komunitas, dan terus mengajar. Kini, ratusan hingga ribuan orang sudah belajar lewat Hendy. Semua berawal dari tekad untuk tidak menyerah.

Pesan untuk Pemula

Jangan Pernah Berhenti Belajar Ilmu selalu berkembang, dan dunia trading tidak pernah diam.

Bangun Jaringan dengan Orang yang Lebih Sukses Agar kita bisa kecipratan mindset dan cara berpikir mereka.

Jangan Mudah Menyerah Karena kadang, satu langkah setelah putus asa adalah titik balik kita.

“Kalau saya bisa bantu orang lain terhindar dari kesalahan-kesalahan yang pernah saya buat, maka perjalanan saya gak sia-sia.” pungkas Hendy menutup wawancara hari itu.

\ Get the latest news /

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Importance of Collaboration with Other Creators Workshop with Priska Sahanaya & Beauty Class Fanbo SMA AL Kamal

    The Importance of Collaboration with Other Creators Workshop with Priska Sahanaya & Beauty Class Fanbo SMA AL Kamal

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jumat, 3 Oktober Seminar “The Importance of Collaboration with Other Creators” bersama Coach Priska Sahanaya di SMA AL KAMAL akan memberikan pemahaman mendalam tentang kekuatan kolaborasi dalam dunia digital. Coach Priska, yang telah bekerja dengan banyak komunitas kreatif, memahami bagaimana kolaborasi dapat membuka peluang baru bagi para creator pemula. Materi seminar membahas manfaat kolaborasi, cara […]

  • Kantor Kecamatan Kalanganyar: Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

    Kantor Kecamatan Kalanganyar: Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Husaeri
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Kalanganyar 10 November 2025 —   Kompassidik.com – Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025, Kantor Kecamatan kalanganyar kabupaten Lebak, melaksanakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman kantor kecamatan pada Senin (10/11/2025 Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai kantor kecamatan, dan juga di hadiri oleh kepala desa yang ada di kalanganyar […]

  • Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Rangkasbitung Sambangi Bupati Lebak

    Optimalkan Pembinaan Kemandirian, Lapas Rangkasbitung Sambangi Bupati Lebak

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Husaeri
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Rangkasbitung –  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Rd Achmad Zaki didampingi Pejabat Struktural Lapas Rangkasbitung melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya di Pendopo Bupati Lebak, kamis (19/06/2025) Kehadiran rombongan Lapas Rangkasbitung disambut hangat oleh Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki bersama Wakil Bupati Lebak, dan Jajaran Perangkat Daerah Kabupaten […]

  • Pilih Express atau Economy? Trik Tepat Waktu Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri

    Pilih Express atau Economy? Trik Tepat Waktu Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Marketing
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Sesuaikan budget dan urgensi Anda. Temukan panduan cerdas memilih layanan Express atau Economy saat kirim paket ke luar negeri agar tetap efisien dan aman. Dilema Klasik: Kecepatan Pengiriman vs Efisiensi Biaya Dalam dinamika dunia logistik internasional, waktu adalah uang. Saat Anda bersiap untuk kirim paket ke luar negeri, Anda umumnya akan dihadapkan pada dua pilihan […]

  • PTPN Group Perkuat Komitmen Sosial di Sektor Pendidikan dan Keagamaan, Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Pendidikan dan Rumah Ibadah di Berbagai Wilayah Indonesia

    PTPN Group Perkuat Komitmen Sosial di Sektor Pendidikan dan Keagamaan, Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Pendidikan dan Rumah Ibadah di Berbagai Wilayah Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Juli 2025 – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, salah satu Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial senilai lebih dari Rp4 miliar yang menjangkau 225 titik fasilitas umum di berbagai wilayah Indonesia, mencakup sekolah, pondok pesantren, […]

  • Rekor Baru! Industri Kripto Indonesia Berkontribusi Besar, Pajak Capai Rp 979,08 Miliar

    Rekor Baru! Industri Kripto Indonesia Berkontribusi Besar, Pajak Capai Rp 979,08 Miliar

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Desember 2024 – Penerimaan pajak dari transaksi aset kripto terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. Hingga November 2024, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat total penerimaan pajak dari transaksi kripto telah mencapai Rp 979,08 miliar. Angka ini mencerminkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak diberlakukannya pajak untuk transaksi aset digital tersebut. Penerimaan ini berasal […]

expand_less PAGE TOP