Kompassidik.online|KARIMUN – Polres Karimun menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Keamanan sebagai Landasan Investasi yang Kondusif” pada Kamis, 22 Mei 2025, di Gedung Catur Prasetya. Forum ini digelar menyikapi berbagai keluhan pelaku usaha terkait maraknya aksi premanisme dan praktik pemerasan berkedok perizinan yang ditengarai menghambat iklim investasi di Kabupaten Karimun.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap dunia usaha. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen, termasuk Forkopimda dan sektor swasta, guna menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian hukum bagi investor.
“Keamanan bukan sekadar slogan, tapi harus menjadi fondasi nyata agar investasi bisa tumbuh tanpa gangguan,” tegas Kapolres.
FGD tersebut dihadiri oleh Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah, Ketua DPRD Raja Rafiza, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan, hingga instansi teknis seperti DPMPTSP dan DLH. Sekitar 35 perusahaan hadir, mulai dari sektor tambang hingga galangan kapal.
Beberapa isu panas dibahas dalam forum ini, seperti penerapan sistem OSS-RBA yang masih menyisakan celah pemerasan, pengelolaan limbah industri yang rawan konflik, serta potensi konflik agraria yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi.
Bupati Karimun secara terbuka mengakui masih adanya oknum yang memeras investor dengan dalih pengurusan izin. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan siap menertibkan praktik-praktik kotor yang merusak iklim usaha.
Diskusi berlangsung dinamis dan ditutup dengan komitmen lintas sektor untuk memberantas premanisme, menindak oknum penyalahguna wewenang, serta mempercepat reformasi birokrasi layanan investasi. Kegiatan ditutup pukul 15.45 WIB dengan harapan lahirnya langkah tegas dan terukur untuk membenahi persoalan mendasar dunia usaha di Karimun.












