Membangun Kepercayaan Publik Dimulai dari Pelayanan, Lapas Batam Perkuat Budaya Kerja Bersama BRI

Kompassidik.comBatam Di tengah upaya memperkuat reformasi birokrasi, kualitas pelayanan menjadi wajah pertama yang dinilai masyarakat terhadap sebuah institusi. Kesadaran itulah yang mendorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus membangun budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, keramahan, dan integritas.

Melalui kolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Lapas Batam menggelar Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima bagi para petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan melayani, tetapi juga membentuk karakter aparatur yang mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih humanis.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai implementasi prinsip 5S—Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas pelayanan, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, terbuka, dan berorientasi pada solusi.

Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menilai bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, setiap petugas memegang peran penting sebagai representasi institusi dalam membangun citra positif pemasyarakatan.

Sinergi bersama BRI menjadi salah satu bentuk pembelajaran dari dunia perbankan yang selama ini dikenal memiliki standar pelayanan yang mengutamakan kepuasan pengguna layanan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya kapasitas petugas Lapas Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin profesional dan responsif.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Batam dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan memperkuat budaya melayani, institusi pemasyarakatan berupaya membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas pelayanan. Bagi Lapas Batam, pelayanan prima bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan dedikasi setiap petugas dalam melayani masyarakat.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top