Kompassidik.com – Lebak – Dugaan pemasangan instalasi kabel listrik di lingkungan SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan. Aktivis berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sebagian jalur kabel yang berada di atas rangka atap baja ringan diduga tidak menggunakan pipa pelindung (paralon), sehingga memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan instalasi listrik.

Aktivis Kader BBP Lebak, Hendra Boby Abimanyu, menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait.Menurutnya, apabila benar pemasangan kabel dilakukan tanpa pelindung sesuai standar teknis, kondisi itu berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan.(24/07/2026)
“Kalau benar kabel listrik dipasang tanpa menggunakan pipa paralon di atas rangka baja ringan, tentu hal itu sangat membahayakan. Dalam jangka panjang kabel bisa mengalami lecet akibat gesekan, meleleh karena panas, bahkan berpotensi putus yang dapat memicu korsleting listrik,” ujar Hendra.
Ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi Banten bersama instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut.
Menurutnya, apabila ditemukan adanya pemasangan yang tidak sesuai spesifikasi maupun standar keselamatan, pelaksana pekerjaan harus diminta bertanggung jawab dan segera melakukan perbaikan.
“Saya meminta kepada dinas terkait agar segera turun ke lapangan melakukan evaluasi. Jangan sampai pekerjaan yang diduga tidak sesuai standar justru membahayakan keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah,” tegasnya.
Oleh karena itu, pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masyarakat berharap pemeriksaan dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan agar kualitas pekerjaan benar-benar memenuhi standar teknis serta menjamin keamanan fasilitas pendidikan bagi seluruh warga sekolah.
(Tim)












