Di Duga Aparat Penegak Hukum Tutup Mata BIBIR PANTAI TELUK MATA IKAN KERUH AKIBAT AKTIVITAS CUT AND FILL NELAYAN KELUHKAN DAMPAK

Kompassidik.com BATAM —Kondisi perairan Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, saat ini tampak keruh. Perubahan warna air laut menjadi kecoklatan dikeluhkan sejumlah nelayan dan pembudidaya ikan setempat.

Pantauan Tim Investigasi di lapangan pada *Sabtu, 31 Juli 2026 pukul 16:28 – 16:37 WIB*, di titik koordinat *Lat: -1.12908° Long: 104.12338°*, terlihat aktivitas pemotongan dan penimbunan tanah di kawasan pesisir.

# *KELUHAN NELAYAN: “JERITAN KAMI TAK PERNAH DIDENGAR”*

Salah seorang warga nelayan berinisial *(JLU) yang ditemui tim di lokasi menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku aktivitas perusahaan telah berlangsung lama dan sering diberitakan media.

_“Dari kemarin proyek tersebut sudah sering diviralkan oleh media bang. Padahal nampak dan jelas kegiatan perusahaan tersebut sangat mengurangi mata pencarian kami warga nelayan. Tapi apa boleh buat, jerit dan tangis kami nelayan kecil mana pernah didengar pemerintahan,”_ tutur (JLU)kepada awak media.

Menurut (JLU) dampak paling terasa adalah pada hasil tangkapan dan budidaya ikan yang menurun akibat sedimentasi.

‘ *TANGGAPAN LSM: PENJARA (PEMANTAU KINERJA APRATUR NEGARA) MINTA PERHATIAN PEMERINTAH*

Tim media juga meminta tanggapan dari seorang aktivis LSM Penjara – _(Pemantau Kinerja Aparatur Negara)_ yang bertugas sebagai kordinator(KORLAP) lapangan, berinisial (*L Simatupang)*.

L Simatupang menyebut bahwa keluhan nelayan kecil saat ini belum menjadi perhatian serius pemerintah.

_“Jeritan dan tangis nelayan itu bukan jadi perhatian pemerintahan pada saat ini. Bahkan kini sudah mulai zaman pemerintahan kembali di tahun 80-an, siapa kuat dia berbuat. Namun aku selaku sosial kontrol di lapangan, penyambung lidah masyarakat sangat berharap ke instansi yang terkait kiranya sangat memperhatikan masyarakat nelayan kecil, karena mereka pun mempunyai hak untuk hidup, dan menafkahi anak dan istrinya,”_ ujarnya.

# *TEMUAN DI LAPANGAN & UPAYA KONFIRMASI*

Berdasarkan dokumentasi video dan foto tim, terlihat adanya pengerukan tanah di area perbukitan. Material tanah tampak ditimbun hingga mendekati bibir pantai.

Beberapa jam setelah pengambilan gambar, di lokasi yang sama terpantau adanya alat berat jenis crane, tiang pancang, dan pagar seng berwarna biru-hitam.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak *PT SRI INDAH BARELANG* belum dapat dikonfirmasi. Upaya menghubungi pihak yang disebut berinisial *”R” dan “F”* juga belum mendapatkan respons. Pesan yang dikirimkan Sudah dibaca.

Tim Investigasi juga belum menemukan papan informasi terkait proyek di lokasi tersebut. Pimpinan Redaksi menyatakan redaksi terbuka untuk hak jawab dari semua pihak sesuai *UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers*.

Harapan Warga Dan LSM

Warga dan LSM berharap pemerintah terkait dapat meninjau aktivitas di lokasi tersebut. Beberapa instansi yang diharapkan memberikan perhatian di antaranya *BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Satpol PP Kota Batam, serta DPRD Kota Batam*.

Lokasi kegiatan ini berada di kawasan pesisir yang oleh warga disebut berbatasan dengan area yang diduga sebagai hutan lindung.

Red/Tim Investigasi

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top