Kompassidik.com – LEBAK — Polemik terkait kualitas material bronjong dalam pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat klarifikasi dari pihak kontraktor. Mohamad Akbar Haromi Terri selaku pihak kontraktor menegaskan bahwa material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan. (16/8/2026)
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Paket Pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara yang berlokasi di Desa Sumur Bandung dan Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.635.236.000 atau sekitar Rp4,63 miliar.
Dalam papan proyek tercantum nomor kontrak HK.0102/KTR-JGCU/Bpjn9.7.2/2026/68, dengan tanggal kontrak 20 April 2026 dan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung hingga 16 Oktober 2026. Adapun kontraktor pelaksana tercantum PT Wealthy International, sementara Endang Apriyansah tercatat sebagai pihak konsultan.
Menanggapi adanya pemberitaan yang mempertanyakan kualitas material bronjong, Mohamad Akbar Haromi Terri menjelaskan bahwa batu belah yang digunakan dalam pekerjaan berasal dari kawasan Gunung Kencana dan menurutnya memiliki kualitas yang baik.
Terkait adanya perbedaan ukuran batu, ia menyebut kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena material yang digunakan berupa batu belah yang secara alami memiliki variasi ukuran.
“Pada intinya, material batu yang kami gunakan sudah sesuai. Mengenai ukuran, namanya juga batu belah, tentu tidak bisa sama semua. Namun material yang digunakan sudah memenuhi spesifikasi dan sebelumnya juga telah diperiksa oleh pihak konsultan dan PU,” jelas Mohamad Akbar Haromi Terri.
Tidak hanya batu belah, pihak kontraktor juga memastikan kawat bronjong yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Pemeriksaan material disebut telah dilakukan bersama pihak konsultan dan pihak terkait dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
“Kami di sini melaksanakan pekerjaan sesuai spek. Untuk kawat bronjong juga sudah sesuai spesifikasi dan sudah dicek oleh konsultan serta pihak PU,” tegasnya.
Libatkan Masyarakat Sekitar
Di balik pembangunan jembatan tersebut, kontraktor juga menyebut adanya upaya melibatkan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Mohamad Akbar Haromi Terri, material alam yang digunakan diperoleh melalui pengelolaan Karang Taruna setempat. Sementara tenaga kerja, khususnya yang mengerjakan pekerjaan bronjong, mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.
Material alam semuanya kami ambil melalui pengelolaan Karang Taruna. Tenaga kerja, terutama yang mengerjakan bronjong, juga masyarakat sekitar yang diseleksi oleh pihak Karang Taruna,” ungkapnya.
Keterlibatan masyarakat tersebut, kata pihak kontraktor, diharapkan tidak hanya membantu kelancaran pembangunan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitar lokasi proyek.
Sementara itu, Endang Apriyansah selaku konsultan menjadi bagian dari pihak yang disebut terlibat dalam pengawasan pekerjaan di lapangan, termasuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan mengacu pada ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pihak kontraktor berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara, terutama terkait material bronjong yang sebelumnya menjadi perhatian.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp4,635 miliar, proyek yang dibiayai melalui anggaran pemerintah tersebut menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, pihak kontraktor menegaskan komitmennya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Nilai anggaran, nama perusahaan, nomor kontrak, lokasi, dan masa pelaksanaan merujuk pada informasi yang terlihat pada papan proyek. Sementara keterangan mengenai kesesuaian material merupakan klarifikasi dari pihak kontraktor dan dapat diverifikasi melalui dokumen spesifikasi teknis serta hasil pemeriksaan pihak terkait.












