Bendungan Dilubangi demi Wisata Curug Goong, Forwatu Banten Ultimatum: Jangan Curi Air Sungai Cilembur!

Komassidik.com – PANDEGLANG — Berbarengan dengan pelaksanaan Gebyar Giat Sosial Bebersih Sungai Cilembur 2 di Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang pada Minggu, 13 September 2026, Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menyampaikan ultimatum tegas kepada pengelola objek wisata Curug Goong terkait pengambilan air yang dinilai berlebihan dan merugikan masyarakat.

Presidium Forwatu Banten didampingi langsung oleh Camat Cimanuk, Kepala Desa Kadubumbang, serta dibantu Pengelola Debit Air Cilembur 2, mendatangi lokasi pintu air dan membukanya secara resmi. Di lokasi ditemukan fakta yang mengkhawatirkan: bendungan terlihat sengaja dirusak dan dilubangi, diduga untuk mengalirkan air secara berlebihan langsung ke kawasan wisata Curug Goong. Akibatnya, debit air yang seharusnya mengalir utuh untuk kebutuhan warga di hilir justru berkurang drastis.

Masyarakat setempat menginformasikan bahwa persoalan ini bukan baru. Sejak lama warga sudah berulang kali mengingatkan pihak pengelola agar tidak mengambil air berlebihan. Bahkan alat pembuka pintu air pernah sengaja dirusak oleh warga sebagai upaya pencegahan agar pintu air tidak dibuka dan dialirkan ke kawasan wisata Curug Goong. Namun demikian, oknum pengelola wisata tetap menemukan cara untuk mengambil alih aliran air, yang dinilai masyarakat sebagai “pencurian air” demi kepentingan komersial semata. Pihaknya memberikan penegasan tegas bahwa penutupan maupun perusakan pintu air secara sembunyi-sembunyi untuk kepentingan pribadi tidak boleh dilakukan dan tidak akan dibiarkan berulang kembali.

“Kami tidak melarang pengembangan wisata, tetapi tidak boleh dengan cara merusak bendungan dan mengorbankan Sungai Cilembur. Masyarakat sudah sejak dulu mengingatkan, bahkan alat pembuka pintu air pun pernah dirusak warga agar tidak dialirkan ke wisata, namun pihak pengelola tetap saja melubangi bendungan dan mengambil air secara sembunyi-sembunyi. Melakukan pencurian air untuk kepentingan komersial sementara warga di hilir kesulitan air — itu sama saja mencuri hak hidup masyarakat. Air ini milik rakyat, bukan milik segelintir pengusaha,” tegas Presidium Forwatu Banten di lokasi pintu air.

Salah satu warga yang dimintai keterangan di lokasi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Forwatu Banten dan bersedia bersama-sama mengawal persoalan ini hingga tuntas.

“Kami warga sangat mendukung apa yang dilakukan Forwatu Banten. Jika diperlukan, kami siap turun bersama dalam aksi massa untuk mempertahankan hak kami atas air Sungai Cilembur. Kami tidak akan diam jika sumber kehidupan kami terus dikuras untuk keuntungan segelintir orang,” ungkap warga tersebut.

Pihaknya juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat Forwatu Banten akan menyampaikan surat resmi kepada Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang Bidang Sumber Daya Air (SDA) terkait persoalan pengelolaan debit air dan perusakan bendungan Sungai Cilembur, agar terdapat pengawasan ketat, perbaikan struktur bendungan, serta aturan yang jelas dan adil bagi seluruh pihak.

Penegasan ini disampaikan berbarengan dengan pelaksanaan giat bebersih sungai. Presidium Forwatu Banten menekankan bahwa membersihkan sampah di permukaan saja tidak cukup jika sumber airnya terus dikuras dan bendungan sengaja dirusak untuk kepentingan segelintir pihak.

“Giat Bebersih Sungai Cilembur 2 hari ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan pernyataan sikap tegas: sungai dan bendungan ini milik rakyat, dan kami akan menjaganya dari siapa pun yang ingin merugikannya,” ungkap Presidium Forwatu Banten.

Forwatu Banten juga berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas PUPR Bidang SDA dapat segera turun langsung melakukan pengecekan, menetapkan aturan batas pengambilan air, dan menindak tegas pihak yang terbukti merusak fasilitas pengairan milik umum.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola Curug Goong belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan perusakan bendungan maupun ultimatum tersebut.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top