Memiliki barang branded pertama bisa menjadi salah satu target finansial yang ingin diwujudkan, terutama setelah mulai memiliki penghasilan sendiri. Entah itu tas, sepatu, dompet, atau aksesori yang sudah lama diincar, membeli barang impian akan terasa lebih memuaskan ketika dibayar menggunakan uang hasil menabung sendiri.
Namun, harga barang branded tidak selalu murah. Karena itu, diperlukan perencanaan agar keinginan tersebut tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung memiliki penghasilan besar untuk mulai mengumpulkan uang. Dengan menentukan target, menyisihkan uang secara konsisten, dan mengatur pengeluaran, kamu bisa membangun kebiasaan finansial yang mendukung tujuan tersebut.
Berikut beberapa cara menabung untuk membeli barang branded pertama tanpa mengabaikan kebutuhan lainnya.
1. Tentukan Barang yang Ingin Dibeli dan Harganya
Langkah pertama adalah menentukan barang branded yang ingin kamu miliki. Pilih barang yang benar-benar kamu inginkan, bukan hanya karena sedang populer atau banyak digunakan orang lain.
Setelah menentukan pilihan, cari tahu harga barang tersebut dari sumber resmi atau penjual tepercaya. Jangan lupa memperhitungkan biaya tambahan jika ada, seperti ongkos kirim atau biaya lain yang berkaitan dengan pembelian.
Misalnya, kamu ingin membeli tas seharga Rp6 juta. Angka tersebut bisa dijadikan target awal untuk menentukan berapa uang yang perlu dikumpulkan setiap bulan.
Menentukan target secara spesifik akan membuat proses menabung lebih terarah. Kamu juga bisa mengevaluasi apakah target tersebut sesuai dengan kondisi keuangan saat ini atau perlu disesuaikan.
2. Buat Target Menabung yang Realistis
Setelah mengetahui harga barang yang diinginkan, tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan uangnya.
Sebagai contoh, jika target pembelianmu Rp6 juta dan kamu ingin mencapainya dalam 12 bulan, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp500 ribu setiap bulan. Perhitungan ini belum memperhitungkan bunga tabungan atau perubahan harga barang.
Sesuaikan nominal tersebut dengan penghasilan dan kebutuhan rutin. Jangan memaksakan diri menyisihkan uang terlalu besar jika hal itu membuatmu kesulitan membayar kebutuhan pokok atau kewajiban lainnya.
Kamu juga bisa membagi target bulanan menjadi target mingguan agar lebih mudah dijalankan. Misalnya, menyisihkan sekitar Rp125 ribu per minggu dapat membantu mendekatkanmu pada target tabungan Rp500 ribu per bulan, dengan penyesuaian terhadap jumlah minggu dan jadwal penghasilan.
Yang terpenting, pilih target yang dapat dipertahankan secara konsisten. Menabung dalam jumlah yang realistis biasanya lebih mudah dijalankan daripada menetapkan target besar yang sulit dipenuhi.
3. Pisahkan Uang untuk Belanja dan Tabungan
Salah satu tantangan dalam mengumpulkan uang adalah godaan menggunakan dana yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
Untuk mengatasinya, pisahkan uang kebutuhan sehari-hari dari uang tabungan barang branded. Dengan begitu, kamu bisa memantau perkembangan target tanpa mencampurnya dengan dana untuk makan, transportasi, tagihan, atau kebutuhan mendesak.
Setiap kali menerima penghasilan, tentukan alokasi untuk kebutuhan rutin, tabungan darurat, kewajiban finansial, dan tujuan pribadi sesuai kondisi keuanganmu. Jika kebutuhan utama dan kewajiban sudah diperhitungkan, sisihkan nominal yang sesuai untuk target barang branded.
Hindari menggunakan dana darurat hanya demi mempercepat pembelian. Dana tersebut sebaiknya tetap tersedia untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga.
Memisahkan rekening atau menggunakan fitur pencatatan keuangan juga dapat membantu kamu melihat berapa banyak uang yang sudah terkumpul dan berapa yang masih dibutuhkan.
4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Terlalu Penting
Mengumpulkan uang bukan hanya soal menambah penghasilan, tetapi juga mengatur pengeluaran dengan lebih cermat.
Coba evaluasi pengeluaran selama satu bulan. Perhatikan apakah ada biaya berlangganan yang jarang digunakan, pembelian impulsif, atau kebiasaan belanja kecil yang jika dijumlahkan ternyata cukup besar.
Bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hal-hal yang disukai. Kamu tetap bisa mengalokasikan dana untuk hiburan dan kebutuhan pribadi, selama jumlahnya sesuai dengan anggaran.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menunda pembelian yang tidak mendesak selama beberapa hari. Gunakan waktu tersebut untuk mempertimbangkan apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena diskon dan tren.
Uang yang berhasil dihemat kemudian bisa dialihkan ke tabungan barang branded. Dengan cara ini, kamu tetap dapat menikmati aktivitas sehari-hari sambil menjalankan target finansial.
5. Manfaatkan Penghasilan Tambahan dengan Bijak
Jika ingin mencapai target lebih cepat, kamu bisa mempertimbangkan sumber penghasilan tambahan sesuai waktu, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki.
Misalnya, mengambil pekerjaan lepas, menjual barang yang sudah tidak digunakan, atau menawarkan jasa berdasarkan keahlian tertentu. Penghasilan tambahan tersebut dapat dialokasikan sebagian atau seluruhnya untuk target tabungan setelah kebutuhan penting diperhitungkan.
Namun, jangan menganggap penghasilan tambahan sebagai sesuatu yang pasti diterima setiap bulan. Jika jumlahnya berubah-ubah, gunakan nominal konservatif saat membuat perencanaan.
Kamu juga tidak perlu memaksakan diri mengambil pekerjaan tambahan jika hal itu mengganggu kesehatan, pekerjaan utama, atau tanggung jawab lainnya. Tujuan menabung sebaiknya mendukung kondisi keuangan, bukan menjadi sumber tekanan baru.
6. Pilih Tempat Menabung yang Sesuai
Tempat menyimpan uang juga menjadi bagian penting dari perencanaan. Untuk target membeli barang branded dalam waktu relatif dekat, pertimbangkan rekening tabungan yang memudahkan kamu menyimpan dana, memantau saldo, dan mengakses uang sesuai kebutuhan.
Sebelum memilih layanan tabungan, periksa suku bunga, biaya administrasi, ketentuan penarikan, serta informasi mengenai penjaminan simpanan. Jangan hanya memilih berdasarkan angka bunga yang ditawarkan.
Kamu juga bisa memanfaatkan tabungan berbunga agar dana yang disimpan berpotensi memperoleh bunga sesuai ketentuan produk. Meski begitu, bunga bukan pengganti kebiasaan menabung secara konsisten. Jumlah bunga yang diterima bergantung pada saldo, suku bunga yang berlaku, perhitungan bank, dan ketentuan terkait.
Jika memilih rekening dengan bunga yang dibayarkan setiap hari, pahami bahwa bunga harian tidak berarti nominal bunga selalu sama atau target tabungan pasti tercapai lebih cepat. Perubahan suku bunga dan saldo dapat memengaruhi hasilnya.
7. Pantau Progres dan Evaluasi Target secara Berkala
Setelah mulai menabung, luangkan waktu untuk memeriksa perkembangan saldo secara berkala. Kamu bisa mencatat jumlah tabungan setiap minggu atau setiap bulan agar lebih mudah mengetahui apakah rencana berjalan sesuai target.
Jika pengeluaran meningkat atau penghasilan berubah, sesuaikan kembali nominal tabungan dan waktu pembelian. Tidak masalah jika target perlu diperpanjang selama keputusan tersebut membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
Saat tabungan sudah mendekati target, periksa kembali harga barang yang ingin dibeli dan pastikan dana yang tersedia memang cukup. Pertimbangkan juga apakah setelah pembelian kamu masih memiliki dana untuk kebutuhan rutin dan dana darurat.
Dengan begitu, barang branded pertama bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga hasil dari kebiasaan mengelola uang secara lebih terencana.
Mulai Wujudkan Barang Branded Pertamamu
Membeli barang branded pertama tidak harus dilakukan secara terburu-buru. Dengan menentukan target harga, menyisihkan uang secara konsisten, mengendalikan pengeluaran, dan memilih tempat menabung yang sesuai, kamu bisa mempersiapkan pembelian tanpa mengabaikan prioritas finansial lainnya.
Jika ingin mulai nabung di neobank, kamu dapat mempertimbangkan Tabungan NOW dengan bunga kompetitif* sebagai salah satu pilihan untuk mengumpulkan dana. Produk ini menawarkan fitur bunga cair harian, sehingga bunga tabungan dibayarkan setiap hari sesuai suku bunga dan ketentuan yang berlaku.
Sebelum mulai menabung di neobank, pastikan kamu memeriksa informasi suku bunga terbaru, biaya, serta ketentuan produk melalui aplikasi atau situs resmi Bank Neo Commerce.
***
Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan.
*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.
Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES












