LOGIKA SESAT KOMENTATOR UU! Diminta Komentar Perselingkuhan Berujung KDRT, Malah Bahas Zina – King Badak: Itu Ciri SDM Rendah

Kompassidik.com – Lebak – Seorang komentator seharusnya mampu memberikan penjelasan secara substansial terhadap perkara yang ada, sehingga publik dapat menilai bahwa komentator tersebut berkualitas dan memiliki SDM yang mumpuni.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Yang muncul adalah karya pola pikir yang menyesatkan publik terhadap perkara yang sedang disikapinya.

Mengapa bisa disebut penyesatan? Karena antara judul perkara dengan isi komentar tidak sepadan, tidak nyambung, sehingga tidak memiliki nilai jual secara intelektual. Dari situ publik justru bisa membaca kualitas SDM sang komentator yang berada di fase terendah dan tidak layak untuk dijadikan komentator di media.

Coba pikirkan dan simpulkan secara logis dari narasi berita yang muncul:

“Bukti adanya perselingkuhan yang berdampak pada KDRT DW terhadap PS, yakni transfer uang sebesar Rp 14 juta lebih selama 5 bulan.”

Fokus perkaranya jelas: PERSELINGKUHAN yang menjadi pemicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan alat buktinya adalah transfer uang.

Lalu berita itu dikomentari oleh sang komentator berinisial UU dengan narasi: “Bukti transfer uang sebesar Rp 14 juta lebih, itu bukan ZINA.”

Inilah letak sesat logikanya.

Yang dibicarakan adalah PERSELINGKUHAN, yang dikomentari malah ZINA. Yang dibahas adalah *BUKTI TRANSFER* sebagai petunjuk perselingkuhan, yang dijawab malah definisi zina.

Padahal dalam kaidah hukum dan logika publik, transfer uang Rp 14 juta lebih selama 5 bulan kepada pihak lain yang bukan pasangan sah, adalah PETUNJUK AWAL / BUKTI PERMULAAN adanya hubungan terlarang yang memicu konflik rumah tangga hingga berujung KDRT. Bukan sedang membahas pembuktian zina secara fiqih.

Ibarat lagu, judulnya tentang perselingkuhan, tapi lirik komentarnya tentang zina. Jelas tidak sepadan.

Komentar model begini bukan mencerahkan, melainkan mengaburkan substansi perkara. Dan ini menunjukkan dengan telanjang kualitas sang komentator.

(Tim King Badak)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top