Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » Ali Sarbani & Sekolah Developer : Dulunya Anak Petani, Kini Berbagi Cara Jadi Developer Ratusan Proyek

Ali Sarbani & Sekolah Developer : Dulunya Anak Petani, Kini Berbagi Cara Jadi Developer Ratusan Proyek

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tidak semua orang terlahir di garis start yang sama, tapi ternyata ada orang-orang yang tidak hanya berhasil sampai ke garis finis, melainkan membuka lintasan bagi orang lain untuk ikut berlari. Ali Sarbani adalah salah satunya.
Lelaki asal Kudus ini pernah merasakan pahitnya jatuh bangun kehidupan, dari anak petani yang tak mampu beli rumah hingga kini menjadi salah satu developer properti aktif yang tak hanya membangun hunian, tapi juga membangun impian banyak orang.

Bermula dari Ruang Tamu, Bukan Kantor Developer

Jauh sebelum mengenal istilah ROI atau KPR, Ali kecil duduk di ruang tamu rumahnya, memandangi gambar rumah dan mobil yang menempel di dinding sketsel. Ia tidak tahu saat itu sedang menanam mimpi suatu hari untuk memiliki kekayaan serupa.

Saat ia bilang ingin jadi perawat, sang ayah menjawab, “Kenapa gak pengin punya rumah sakit sekalian?” dorongan ini yang membuat Ali akhirnya berani bermimpi lebih besar. 

Perjalanannya di dunia properti tidak selalu mulus, bahkan separuh usianya ia habiskan untuk bergelut di bidang penjualan barang/jasa saja. Tahun 2007, Ali memutuskan untuk hijrah ke Semarang dan membuka toko HP pertamanya.

10 Tahun Dagang, Tak Mampu Beli Rumah Sendiri

Bisnis toko HP-nya tidak dapat dikatakan buruk. Dari total 3 kios yang ia sewa untuk tokonya, Ali telah berhasil bertahan selama satu dekade. Akan tetapi, meski 10 tahun bergelut di bidang ini, Ali tak kunjung bisa merasakan hasil kerja kerasnya. 

Ali mulai mempertanyakan: apakah ini jalan hidup terbaik? Bisnis mungkin berjalan, tapi rumah pribadi pun belum terbeli. Ia merasa jalan di tempat sebab kehilangan arah atas pintu mana yang harus diketuk berikutnya.

Maka ia menjual seluruh usahanya dan memutuskan hijrah lagi ke Jakarta dengan modal terakhir sebesar Rp65 juta dan secercah harapan. Akan tetapi, hidup tak seperti brosur seminar. Dalam 18 bulan, tabungan habis dan ia pulang ke Semarang dalam kondisi minus. Namun justru di titik terendah itulah, pintu yang ia cari akhirnya terbuka.

Bukan Jalan Pintas, Tapi Jalan yang Jelas

Ali tak pernah menyangka bahwa sebuah “seminar gratis” dapat menjadi langkah pertama yang mengubah hidupnya. Suatu hari, seorang teman menawarinya untuk datang ke sebuah sesi seminar properti. Ali bahkan sempat menolak karena tidak punya uang untuk membayar biaya kelas, tetapi temannya meyakinkan bahwa kesempatan kali itu adalah gratis.

Di sana, Ali pertama kali sadar sebuah pelunag baru dalam bisnis; properti bukan hanya milik orang bermodal besar. Justru karena ia tak punya modal, ia belajar cara yang tak biasa: menawar rumah tanpa uang sepeser pun melalui skema broker propeti.

Dalam pengalamn pertamanya, Ia nekat menawar rumah Rp450 juta dengan penawaran Rp250 juta untuk salah satu klien-nya, dengan kondisi tanpa punya dana cadangan apapun. Setelah negosiasi yang cukup alot selama tiga bulan, rumah itu ia dapatkan seharga Rp275 juta dan berhasil ia jual dengan fee Rp12 juta. 

Memang bukan jumlah yang fantastis, tapi dari situ Ali menemukan bahwa sistem ini mungkin untuk dijalankan sebagai skema bisnis baru.

Jatuh Bukan Musuh, Tapi Mentor Terbaik

Geliat Ali dalam dunia properti semakin kencang ketika akhirnya perlahan ia tidak hanya menjadi broker, tetapi juga mendapatkan kepercayaan untuk memegang proyek-proyek pembangunan. Awalnya, Ali merasa jalannya di bisnis properti begitu lancar dan mudah.

Setelah sukses beberapa tahun dan membangun ratusan rumah, tahun 2014 datang sebagai ujian berat. Lima proyek yang ia kelola seluruhnya gagal dengan total kerugian mencapai dua miliar rupiah. Bahkan, mobil dan rumah pribadi pun dijual.

Ali tahu, ini bukan tentang salah arah, tapi salah strategi. Dari sana, Ali merapikan sistem dan timnya. Ternyata dari proses mengarungi kegagalan ini, yang Ali bangun ulang bukan hanya proyek, tetapi juga filosofi kerjanya: bahwa lebih baik lambat asal stabil, daripada besar tapi rapuh.

Sekolah Developer: Membangun Keberanian, Bukan Sekadar Bisnis

Setelah merasa “diselamatkan” oleh seminar gratis, Ali memilih untuk melakukan hal yang sama untuk orang-orang seperti dirinya di masa sekarang. Sekolah Developer lahir dari niat sederhana: membantu orang lain memulai meski tanpa modal besar.

Hari ini, programnya sudah diikuti ribuan peserta. Banyak dari mereka kini punya proyek sendiri. Bahkan yang tidak punya latar belakang properti pun bisa ikut tumbuh.

Ali percaya bahwa sukses personal tidak ada artinya jika tidak bisa ditularkan. Ia selalu bilang, “Kalau kita sudah tahu caranya keluar dari lubang gelap, masa iya kita biarkan orang lain jatuh ke lubang yang sama?” terangnya dalam dokumenter bersama Sekali Seumur Hidup.

Ali Sarbani bukan sedang berjualan rumah. Ia sedang membangun generasi baru yang berani bermimpi. Dan seperti gambar-gambar di ruang tamu masa kecilnya dulu, ia tahu bahwa semua hal besar harus dimulai dari impian kecil yang terus berusaha diwujudkan.

Karena nyatanya, yang kita bayangkan dengan jujur, akan kita kejar dengan sungguh-sungguh. Dan kalau dilakukan bersama, menang tak lagi soal angka, tapi tentang dampak untuk semua.

\ Get the latest news /

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah Demi Wujudkan Program Pengelolaan Sampah Nasional

    Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah Demi Wujudkan Program Pengelolaan Sampah Nasional

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 Oktober 2025 – Gerakan mengelola sampah dari rumah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga merupakan langkah membangun fondasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi tercapainya target 100% pengelolaan sampah nasional pada 2029. Sebagai bagian dari upaya itu, sekaligus memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025, Kementerian PU menggelar acara “Women’s […]

  • Mahasiswa BINUS @Malang Latih Self-Compassion dan Kesehatan Mental di Bulan Ramadhan

    Mahasiswa BINUS @Malang Latih Self-Compassion dan Kesehatan Mental di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Malang, 20 Maret 2025 – Menjaga kesehatan mental di tengah kesibukan akademik adalah tantangan bagi mahasiswa, terutama di era digital yang serba cepat dan kompetitif. Untuk mendukung kesejahteraan emosional Binusian, BINUS @Malang melalui Student Advisory and Support (SAS) menyelenggarakan Ngabuburit with SAS: Draw Your Peace – Transform Your Blues with Self Love pada 20 Maret 2025. Workshop yang difasilitasi […]

  • Talenta AI dan Cybersecurity Masih Langka, AACTAP Siap Cetak 20 Profesional Unggulan di Asia

    Talenta AI dan Cybersecurity Masih Langka, AACTAP Siap Cetak 20 Profesional Unggulan di Asia

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 April 2025 — Di tengah cepatnya transformasi digital dan meningkatnya eskalasi ancaman keamanan siber di Asia, MAXY Academy secara resmi meluncurkan Asia AI Cyber Talent Accelerator Program (AACTAP), sebuah program akselerasi yang ditujukan untuk mencetak talenta digital unggulan di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cybersecurity. Program ini membuka pendaftaran untuk umum mulai hari […]

  • Kemenangan Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering di Lintasan Balap

    Kemenangan Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering di Lintasan Balap

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kuliah jurusan otomotif sambil mencetak prestasi di dunia balap? Ini bukan hal yang mustahil, lho! Soalnya, ada Syaukat Takuma Soejatmo–mahasiswa jurusan Automotive Robotic Engineering di BINUS ASO School of Engineering–berhasil menempati podium Mandalika Festival of Speed BMWM2 yang diadakan pada tanggal 11-13 Oktober 2024 lalu. Siapa sangka, ternyata perjalanannya penuh lika-liku dan pengorbanan. Tapi, bagaimana […]

  • Aktivitas Kripto Indonesia Melejit, Bank Indonesia Siapkan Stablecoin Nasional

    Aktivitas Kripto Indonesia Melejit, Bank Indonesia Siapkan Stablecoin Nasional

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Oktober 2025 — Aktivitas kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat dan mulai menegaskan posisi Tanah Air sebagai salah satu pusat aktivitas onchain terbesar di dunia berkembang. Laporan terbaru State of Crypto 2025 yang dirilis oleh perusahaan modal ventura global a16z menempatkan Indonesia di jajaran teratas negara dengan pertumbuhan pengguna dompet kripto mobile […]

  • Infrastruktur Perdagangan Spot Semakin Diminati di Tengah Pendewasaan Pasar Kripto Indonesia

    Infrastruktur Perdagangan Spot Semakin Diminati di Tengah Pendewasaan Pasar Kripto Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Marketing
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pasar kripto Indonesia menunjukkan pendewasaan seiring meningkatnya minat investor terhadap perdagangan spot yang dinilai lebih transparan dan terukur dari sisi risiko. Di tengah volatilitas global dan meningkatnya literasi investor, kualitas infrastruktur trading menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan pasar. Stabilitas sistem, keamanan, dan likuiditas kini menjadi standar baru bagi exchange kripto. Dalam konteks ini, Bybit […]

expand_less PAGE TOP