Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » Dari Gaji Pas-pasan dan Impian Punya Kosan : Ferry Reviandy Bangun Bisnis Working Space Tanpa Modal

Dari Gaji Pas-pasan dan Impian Punya Kosan : Ferry Reviandy Bangun Bisnis Working Space Tanpa Modal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pada tahun 2011, Ferry Reviandy adalah karyawan kantoran seperti banyak orang lainnya. Gajinya pas-pasan, dan tak jarang harus mengandalkan kasbon di akhir bulan. Dalam diam, ia menyimpan mimpi sederhana: punya kos-kosan.
Bukan karena ingin terlihat sukses, tapi karena logika sederhananya: “Enak ya, punya kos-kosan… gak harus ditungguin, tapi profit bisa jalan terus,”
Namun mimpi itu segera dibenturkan dengan kenyataan, ia tidak punya modal.
Alih-alih menyerah, Ferry justru memutar arah. Ia mulai bertanya: kalau gak punya uang, apa yang masih bisa saya punya?
Jawabannya waktu itu hanya satu: kemauan belajar.

Mencoba Peruntungan Pertama: Kredit Bank untuk Kos-Kosan

Ferry tidak serta-merta meninggalkan mimpinya. Ia belajar, mencari informasi, dan akhirnya mencoba satu jalan yang realistis, yakni mengajukan kredit ke bank. Tak semua aplikasi disetujui. Akan tetapi, dari proses panjang itu, ia akhirnya berhasil mendapatkan pembiayaan dan membeli properti pertamanya.

Bisnis kos-kosan pun dimulai, tetapi kenyataannya tidak seindah bayangan.

Pendapatan dari penyewa masuk, tetapi harus segera dibagi ke cicilan bulanan, biaya operasional, dan pemeliharaan. Profitnya ada, tapi nyaris tak terasa. Jalan ke depan seakan mentok.

“Kalau tiap mau buka kosan harus pinjam bank lagi, sampai kapan?”

Ia tahu, sebagai karyawan dengan penghasilan terbatas, cara seperti ini hanya akan membuatnya berputar di tempat.

Lahirnya Ide Baru Bisnis Properti Tanpa Beli

Dari kejenuhan itu lahirlah ide: bagaimana kalau properti tidak harus dimiliki, tapi bisa dikerjasamakan?

Ferry mulai mengamati peluang baru: working space, sebuah ruang kerja yang bisa disewakan per jam atau per hari. Ia sadar, berbeda dari kos-kosan yang harus dibeli lebih dulu, working space punya peluang untuk dijalankan lewat kerja sama dengan pemilik properti.

Ia mulai mendekati kenalan yang punya ruko atau rumah kosong. Tidak mudah. Dari enam hingga tujuh orang yang ia ajak bicara, baru satu yang bersedia.

Namun dari situlah langkah besar dimulai.

Skema Sederhana, Tapi  Berdampak Besar

Salahs satu working space yang Ferry kelola

Skema kerja samanya sederhana: pemilik properti menyediakan tempat dan sebagian pembiayaan renovasi, Ferry yang menjalankan operasional dan mengelola penyewa. Tanpa membeli aset, tanpa modal besar, tetapi tetap menghasilkan.

Yang membuatnya terpukau, pendapatan dari working space ternyata lebih bertumbuh dari kos-kosan. Karena ruangan bisa disewakan ke banyak pihak di jam berbeda, satu tempat bisa menghasilkan berlipat ganda tanpa harus ‘dimiliki’ oleh satu orang selama 24 jam seperti kos.

“Selama dua tahun pertama, bisnis ini tumbuh sangat baik. Bahkan lebih stabil dibanding properti lainnya,” ujarnya.

Tantangan Tak Terduga: Pandemi dan Ketahanan Mental

Tahun 2020 datang sebagai ujian untuk semua bisnis. Pandemi melanda. Banyak sektor jatuh. Working space juga terkena imbas, tapi tidak sedalam yang ia bayangkan.

“Beberapa penyewa bangkrut, ada penurunan, tapi hanya 15-20%. Tidak sampai mati total.”

Kenapa bisa begitu? Karena mayoritas penyewa working space adalah para pengusaha. Dan para pengusaha, kata Ferry, akan selalu mencari cara untuk bertahan.

“Kalau dibanding kos-kosan saat pandemi, banyak penghuninya pulang kampung. Drop-nya bisa sampai 90%. Tapi working space tidak. Justru ini memperlihatkan daya tahan model bisnis ini,” ungkapnya.

Menyederhanakan Sistem, Membuka Peluang untuk Banyak Orang

Setelah lebih dari satu dekade, Ferry menyadari: working space bukan hanya tentang menyewakan ruangan. Tapi tentang membuka peluang untuk banyak orang memulai bisnis properti, tanpa harus memiliki properti.

Melalui sistem kemitraan dan skema kerja sama yang fleksibel, siapa pun—termasuk mereka yang tidak punya modal besar—bisa memulai.

“Jangan patah arang hanya karena kita tidak punya aset. Justru di sanalah letak kreativitas dan keberanian kita diuji,” jelasnya.

Kini, Ferry mengelola tiga brand working space nasional yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Jawa Tengah. Ia telah menyusun modul lengkap berisi 13 tahun pengalamannya, termasuk kesalahan, kegagalan, dan strategi bertahan.

Lebih dari sekadar modul, ia membangun komunitas dari berbagai kota di Indonesia. Tempat belajar bersama tentang skema bisnis working space yang bisa dilakukan siapa saja.

“Kalau dulu saya mulai dengan keterbatasan, hari ini saya ingin membuka jalan bagi lebih banyak orang,” katanya.

Workshop bersama komunitas

Bukan Soal Modal, Tapi Mindset

Kisah Ferry bukan tentang betapa besar modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Tapi tentang betapa jauh langkah bisa ditempuh kalau seseorang berani mencari jalan lain.

Ketika orang lain melihat properti sebagai beban besar, ia melihatnya sebagai ruang kerja. Ketika orang lain menyerah karena tak punya uang, ia menawarkan kemitraan.Ketika dunia terpuruk oleh pandemi, ia tetap bertahan.

Ferry Reviandy membuktikan, kadang yang kita butuhkan bukanlah modal besar, tapi cara pandang baru dan kemauan untuk bergerak dulu, meski belum sempurna.

Dan dari sanalah, pintu-pintu terbuka satu per satu.

\ Get the latest news /

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Support dan Resistance Penting dalam Analisis Teknikal Forex?

    Kenapa Support dan Resistance Penting dalam Analisis Teknikal Forex?

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Support dan resistance adalah fondasi utama dalam analisis teknikal forex. Keduanya membantu trader menentukan area entry, exit, serta menetapkan stop loss dan take profit dengan lebih logis. Level ini mencerminkan psikologi pasar dan digunakan dalam berbagai strategi seperti breakout dan reversal. Dengan dukungan platform yang andal seperti KVB Indonesia, trader bisa membaca pergerakan harga lebih […]

  • Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

    Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kian memperkuat komitmennya dalam mendukung distribusi logistik nasional, termasuk di lingkungan KAI Group. Melalui layanan bisnis retail KALOG Express, mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengembangan jaringan layanan. Hingga Juli 2025, jumlah service point KALOG Express meningkat 31% dibanding akhir 2024, dari 196 […]

  • Komitmen Lingkungan Berkelanjutan, SUCOFINDO Banjarmasin Raih Juara 1 Eco Office

    Komitmen Lingkungan Berkelanjutan, SUCOFINDO Banjarmasin Raih Juara 1 Eco Office

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Marketing
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Sebagai bukti nyata komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan, PT SUCOFINDO Cabang Banjarmasin dianugerahi Penghargaan Eco Office oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kantor Wali Kota Banjarbaru, mengapresiasi upaya konsisten perusahaan dalam menerapkan praktik perkantoran yang ramah lingkungan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota […]

  • DESA EKONOMI MAJU DAN SEJAHTERA Sandiaga Uno Mendorong Pertumbuhan Ekononomi Desa Mandiri Melalui Implementasi One Village One Product Berbasis Potensi Lokal Indonesia

    DESA EKONOMI MAJU DAN SEJAHTERA Sandiaga Uno Mendorong Pertumbuhan Ekononomi Desa Mandiri Melalui Implementasi One Village One Product Berbasis Potensi Lokal Indonesia

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK), bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara dengan didukung oleh Pemerintah Daerah menginisiasi sebuah program bertajuk Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera) yang merupakan upaya untuk mendorong peningkatan nilai tambah dan perluasan pasar bagi berbagai produk unggulan desa untuk menghadirkan kemandirian ekonomi di tingkat lokal atau yang dikenal […]

  • Sarana Siap, Layanan Mantap! KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Operasional Andal di Masa Nataru 2025/2026

    Sarana Siap, Layanan Mantap! KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Operasional Andal di Masa Nataru 2025/2026

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Menjelang masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memastikan seluruh armada kereta api dalam kondisi prima, andal, dan siap beroperasi. Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan […]

  • Dukung Pemerataan Ekonomi, Bank Indonesia (BI) Bersama TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026

    Dukung Pemerataan Ekonomi, Bank Indonesia (BI) Bersama TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Hera Altien Syam
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Kompassidik.com BAnjarmasin — Komandan Komando Daerah XIII (Dankodaeral XIII), Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji bersama dengan KPW BI Kalsel Fadjar Majardi didampingi Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026 di Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, bertempat di Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti, Jalan Barito Hilir No. 6, […]

expand_less PAGE TOP