Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Hilirisasi Perkebunan Jadi Misi Nasional, PTPN I Ambil Peran Strategis di Bawah Holding Perkebunan Nusantara

Hilirisasi Perkebunan Jadi Misi Nasional, PTPN I Ambil Peran Strategis di Bawah Holding Perkebunan Nusantara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah menganggarkan dana Rp371 triliun untuk program hilirisasi bidang perkebunan. Dari angka itu, sebanyak Rp88,7 triliun akan dilaksanakan oleh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) dengan beberapa komoditas core business-nya. Sedangkan PTPN I sebagai subholding PTPN Group mendapat alokasi Rp7 triliun untuk pengembangan komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete.

Program hilirisasi di bidang perkebunan ini dinilai sangat kuat orelasinya dengan visi PTPN I. Sebab, selain untuk mendongkrak kinerja dan produktivitas, program ini “mendayung” misi pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. Dalam konteks ini, PTPN I sebagai perusahaan padat karya, tersebar di pelosok negeri, dan berada di simpul-simpul kemiskinan sangat relevan menjalankan misi hilirisasi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas usai mengikuti Rapat Kordinasi Dirjen Perkebunan yang membahas implementasi Program Hilirisasi yang menjadi domain PTPN Group di Bandar Lampung, Kamis (18/9/25).

Teddy mengatakan, PTPN I sebagai Subholding SupportingCo yang mendapat mandat pengelolaan karet, kakao, kopi, dan rupa-rupa komoditas pada PTPN Group memiliki kelebihan komparatif untuk menjalankan program hilirisasi. “Pemerintah menggulirkan Program Hilirisasi ini kan ibarat pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pertama, industri dipacu untuk tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, kemiskinan berkurang. Ini sebangun dengan visi-misi didirikannya PTPN di masa lampau. Artinya, PTPN I sudah berada pada track tersebut,” kata dia saat memberi komentar di depan media.

Rapat Kordinasi dipimpin Dirjen Perkebunan pada Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat. Ia didampingi Rizal H. Damanik, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN Group (PTPN III Holding), Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Direktur PTPN IV, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I Tio Handoko, Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun, Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, dan beberapa pejabat utama di lingkungan PTPN Group. Hadir pula dari PT Riset Perkebunan Nusantara, dari Badan Riset Nasional (BRIN), Kepada Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Adi Sastriadi Sutisna, dan jajaran.

Pada pengantarnya, Dirjenbun Abdul Roni Angkat menggelar roadmap program hilirisasi di sektor perkebunan dan menunjukkan posisi atau progresnya saat ini. Roni, sapaan singkat Abdul Roni Angkat, mengatakan saat ini Pemerintah sedang mengejar ketertinggalan dan bergerak secara progresif untuk menjawab banyak problem yang terjadi di masyarakat. Antara lain dengan memberi stimulus ekonomi supaya bergulir lebih cepat dan merancang program untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan terbukanya lapangan kerja baru.

“Program hilirisasi ini harus cepat direalisasikan. Dalam tiga tahun ke depan, target pemerintah bisa menurunkan angka kemiskinan dari sekarang 26 juta menjadi enam juta. Artinya, kita harus entaskan 20 juta rumah tangga dari garis kemiskinan. Demikian juga dengan lapangan kerja, ini harus segera terjawab. Pada domain Perkebunan, kita targetkan 8,6 juta tenaga kerja yang terserap. Ini harus dipastikan berjalan sesuai rencana,” kata Dirjen yang pernah bertugas di Lampung sebagai Kepala Bapeltan selama empat tahun itu.

Pada sesi itu, Dirjen Perkebunan meminta tiga kluster pada PTPN Group untuk mempresentasikan progres yang telah disusun untuk segera diputuskan. Antara lain dari PTPN I Supporting Co yang dalam konteks Program Hilirisasi ini memiliki komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Lalu, PTPN IV Palm Co yang khusus menjalankan beberapa program hilirisasi sektor kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Dilanjutkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang mendapat mandat khusus dalam perluasan dan hilirisasi sektor gula.

Pada domain PTPN I, Teddy Yunirman Danas melaporkan kesiapan data dan kelayakan di lapangan untuk menjalankan proyek hilirisasi. Ia mengatakan, secara infrastruktur dan kompetensi, pihaknya memiliki instrumen yang sangat siap untuk menjalankan program. Ia membuka slide dengan menyebut PTPN I telah siap untuk komoditas kelapa seluas 98 ribu hektare dalam tiga tahun tersebar di sembilan provinsi. Angka itu terdiri dari kebun inti dan plasma atau sistem kemitraan.

Untuk komoditas kopi, PTPN I fokus ke wilayah Pulau Jawa dan Provinsi Lampung dengan potensi pengembangan seluas 19,4 ribu hektare. Sedangkan untuk komoditas kakao dan mete didominasi di wilayah Sulawesi seluas 8.300 hektare terdiri dari inti dan plasma.

Secara spesifik, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan antusiasnya dengan program hilirisasi di sektor perkebunan ini. Menurut Aris Handoyo, PTPN I memiliki infrastruktur dan sumber daya yang cukup untuk menjalankan program tersebut. Wilayah kerja perusahaan sangat prospektif untuk pengembangan komoditas yang direkomendasikan, seperti kelapa, kopi, kakao, dan mete.

“Kami yakin program hilirisasi ini akan mendongkrak kinerja perusahaan, memberikan efek positif pada pembangunan ekonomi, secara simultan mengentaskan kemiskinan dengan adanya lapangan kerja baru, dan menjadi salah satu simpul penting stabilitas nasional,” kata Aris Handoyo.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kedaulatan Industri Nasional, Tata Niaga Impor Baja Harus Diperkuat

    Jaga Kedaulatan Industri Nasional, Tata Niaga Impor Baja Harus Diperkuat

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Industri baja menjadi pilar penting pembangunan ekonomi nasional. Namun, di tengah tren proteksionisme global, Indonesia menghadapi ancaman serius dari banjir baja impor akibat lemahnya perlindungan perdagangan. Konsistensi kebijakan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga tata niaga baja agar industri dalam negeri tetap berdaulat. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari SMInsights, Widodo Setiadharmaji, menilai situasi global menuntut […]

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Tambah 3 Rangkaian Kereta Rajabasa

    Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Tambah 3 Rangkaian Kereta Rajabasa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Palembang, 1 Desember 2025 — Dalam rangka mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang resmi menambah tiga rangkaian KA Rajabasa yang melayani relasi Kertapati – Tanjungkarang (PP). Dengan penambahan ini, jumlah rangkaian KA Rajabasa meningkat dari 5 menjadi 8 […]

  • Polresta Cirebon menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

    Polresta Cirebon menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Piryanto
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Polresta Cirebon menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Cirebon – Polresta Cirebon menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi anggota Polri di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon. Upacara tersebut berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta loyalitas personel yang memasuki masa purna tugas, Senin (16/02/2026) Bertindak sebagai Inspektur Upacara, […]

  • Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan

    Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PT Material Inovasi Industri hadir sebagai distributor besi terpercaya di Semarang yang merevolusi proses pengadaan material melalui peluncuran fitur tawar harga online di materialinovasiindustri.com guna menjawab tantangan pembelian konvensional yang kaku dan tidak efisien. Inovasi ini memungkinkan kontraktor dan pelaku industri untuk mengajukan penawaran harga kompetitif secara transparan (dengan kelipatan Rp500) langsung melalui menu keranjang […]

  • Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Ketahanan Pangan

    Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jakarta 10 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul “Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”. Sesi […]

  • Karya, Kolaborasi, dan Kreasi: “Polapadu” DKV New Media School of Design BINUS UNIVERSITY Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif

    Karya, Kolaborasi, dan Kreasi: “Polapadu” DKV New Media School of Design BINUS UNIVERSITY Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2025 – Industri kreatif saat ini dalam titik temu teknologi, seni, dan budaya. Perubahan yang cepat menuntut para pelaku industri untuk terus berinovasi dan menciptakan pengalaman yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam menghadapi tantangan ini, pendidikan tinggi memiliki peran penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, dan […]

expand_less