Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Holding Perkebunan Nusantara Dorong Mitigasi Iklim, PalmCo Jual Kredit Karbon Mulai Rp150 Ribu per Ton

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Mitigasi Iklim, PalmCo Jual Kredit Karbon Mulai Rp150 Ribu per Ton

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menawarkan skema pembelian kredit karbon dengan harga mulai Rp150.000 per ton. Melalui inisiatif ini, masyarakat umum dapat ikut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Kredit karbon merupakan sertifikat yang mewakili pengurangan emisi gas rumah kaca. Satu kredit setara dengan satu ton karbon dioksida (CO₂) yang berhasil dicegah masuk ke atmosfer. Dana dari pembelian kredit karbon digunakan untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, misalnya pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan program ini dirancang agar partisipasi tidak hanya datang dari korporasi, tetapi juga individu. “Kami ingin menghadirkan cara yang mudah dan terjangkau bagi semua kalangan untuk terlibat dalam aksi nyata mengurangi emisi karbon,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta Senin (01/09/2025).

Sebagaimana diketahui, berbagai aktivitas dapat menghasilkan karbon. Semisal berkendara, penggunaan AC, mesin cuci, hingga pemakaian telepon selular. Operasional tambang, pabrik, pelabuhan, bandara hingga kereta juga menghasilkan karbon tersendiri. Karbon tersebut dalam jumlah yang sangat besar, menjadi sumber emisi gas rumah kaca dan menimbulkan banyak efek negatif bagi bumi. Utamanya terkait perubahan iklim ekstrem akibat peningkatan suhu.

Untuk itu, pemerintah melalui IDX Carbon telah memfasilitasi perdagangan unit karbon. Salah satunya dalam bentuk kredit karbon. Hal ini dilakukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. “Melalui Pabrik Kelapa Sawit Lubuk Dalam, Riau, yang mengolah limbah cair sawit menjadi biogas untuk co-firing, perusahaan telah memiliki sertifikat Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca yang dapat didaftarkan di IDX Carbon,” urai Jatmiko.

Menurut Jatmiko, inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. “Skema ini akan mengurangi emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru melalui perdagangan karbon,” katanya.

Transaksi kredit karbon PalmCo telah terverifikasi dan tercatat di Sistem Registri Nasional (SRN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penjualan dilakukan melalui Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) sehingga proses diklaim transparan dan akuntabel. Setiap pembelian otomatis di-retire di sistem SRN guna menghindari perhitungan ganda.

PTPN IV PalmCo sendiri menjadi perusahaan perkebunan pertama yang telah memiliki sertifikat SPE GRK serta terdaftar di IDX Carbon. Untuk meningkatkan akses serta kemudahan bertransaksi, PalmCo menggandeng anak usaha mereka, PT KPBN untuk membangun platform “PTPN Carbon Hub”. Aplikasi berbasis web ini membuka kesempatan bagi siapa saja untuk membeli karbon sekaligus berkontribusi pada lingkungan.

“Banyak di antara kita yang peduli dengan jejak karbonnya. PalmCo membuka kesempatan seluas-luasnya, untuk sama-sama menjaga lingkungan melalui penekanan emisi GRK,” tukas Jatmiko.

Masyarakat bisa membeli sesuai kemampuan, mulai dari 1 ton hingga ratusan ton. Seorang pembeli, Rizalmi Fitrah, mengatakan tertarik karena harganya terjangkau. “Awalnya saya pikir hal seperti ini hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Ternyata individu pun bisa ikut berkontribusi. Rasanya menyenangkan bisa ambil bagian dalam program yang berdampak positif,” ujarnya.

PalmCo berharap langkah ini mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam mitigasi perubahan iklim. Selain memberi nilai tambah pada pengelolaan limbah, skema ini juga diharapkan mendukung pengembangan ekonomi sirkular di sektor perkebunan sawit.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi serta Jamuan Santap Siang di Lancaster House

    Presiden Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi serta Jamuan Santap Siang di Lancaster House

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Husaeri
    • visibility 0
    • 0Komentar

    kompassidik.com – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri forum bisnis dan investasi yang dilanjutkan dengan jamuan santap siang yang diselenggarakan oleh Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy di Lancaster House, London, Selasa (20/01/2026) Dalam forum tersebut, terdapat sesi perkenalan delegasi bisnis Inggris yang difasilitasi oleh British Chamber of Commerce (BritCham), diikuti dengan perkenalan delegasi bisnis Indonesia […]

  • Potongan Tarif Tol Berlaku Hari ini di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalu Lintas Melewati GT Cikampek Utama

    Potongan Tarif Tol Berlaku Hari ini di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalu Lintas Melewati GT Cikampek Utama

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Seiring dengan mulai berlakunya potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa pada hari ini, mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur terus menunjukkan peningkatan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 168.863 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-7 (11–14 Maret 2026). Volume tersebut meningkat 41,71% dibandingkan […]

  • Gedung BRI KC Cilegon Bersih dan Rapi, Cerminan Kesiapan Layanan Prima

    Gedung BRI KC Cilegon Bersih dan Rapi, Cerminan Kesiapan Layanan Prima

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Hera Altien Syam
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Kompassidik.com Cilegon – Suasana pagi di Gedung BRI Kantor Cabang (KC) Cilegon tampak bersih, rapi, dan tertata dengan baik, mencerminkan kesiapan seluruh Insan BRILian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Lingkungan kerja yang terawat ini menjadi bagian dari komitmen BRI KC Cilegon untuk menghadirkan suasana pelayanan yang nyaman, aman, dan mengesankan bagi masyarakat. Kerapian dan […]

  • Pelayanan Humanis, Security BRI Bintaro Dampingi Nasabah Pensiunan Lansia Pengguna Kursi Roda

    Pelayanan Humanis, Security BRI Bintaro Dampingi Nasabah Pensiunan Lansia Pengguna Kursi Roda

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Hera Altien Syam
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kompassidik.com Bintaro – Wujud pelayanan ramah dan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran BRI Cabang Bintaro. Seorang petugas keamanan (security) BRI Bintaro dengan sigap membantu dan mendampingi nasabah pensiunan lanjut usia yang menggunakan kursi roda, mulai dari kedatangan hingga seluruh proses layanan perbankan selesai. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan nasabah mendapatkan kenyamanan, keamanan, serta kemudahan dalam […]

  • Virall Aksi Protes Warga: Pohon Pinang Ditanam di Tengah Jalan Rusak

    Virall Aksi Protes Warga: Pohon Pinang Ditanam di Tengah Jalan Rusak

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Husaeri
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kompassidik.comLEBAK — Warga dari tiga desa di Kecamatan Muncang kembali melakukan kerja bakti memperbaiki Jalan Poros desa yang menghubungkan Desa Girijagabaya, Sindangwangi, dan Sukanegara, tepatnya di lokasi jalan menuju kampung Bojong palendeng enyay. Jalan yang telah rusak bertahun-tahun itu hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah maupun provinsi. Kondisinya bahkan makin parah dan sulit […]

  • Gudang Roko Ilegal Milik AU Diduga Kuat Dibekingi Oknum APH

    Gudang Roko Ilegal Milik AU Diduga Kuat Dibekingi Oknum APH

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kompas Sidik | Singkawang Kalbar – Pemilik Gudang Roko Ilegal merek Papa Muda, Djanda, Rastel, dan masih ada yang lainnya yang berlokasi di Jalan Tani Gg.Nuri Singkawang Barat luput dari pantauan APH dan Bea Cukai dikarenakan sang pemilik berinisial (AU) seorang pengusaha yang cukup terkenal dan tak tersentuh oleh hukum ( KEBAL HUKUM) Berdasarkan hasil […]

expand_less