Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » Industri Baja dalam Pusaran Strategi Nasional

Industri Baja dalam Pusaran Strategi Nasional

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam panggung diskusi interaktif ISSEI 2025 lalu yang dimoderatori oleh Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, hadir sebagai pembicara adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Eko S.A. Cahyono menyampaikan pesan yang tegas: industri baja nasional bukan hanya pabrik, tetapi fondasi pembangunan strategis bangsa menuju 2045. Industri logam dasar ini memegang peranan vital dalam peta jalan industrialisasi, ketahanan nasional, serta transformasi ekonomi hijau yang tengah digarap pemerintah.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri logam dasar saat ini menyumbang 11,55% dari total PDB sektor industri pengolahan nonmigas. Ia juga mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan pertama 2025 sebesar 14,47% year-on-year, menjadikannya sektor paling dinamis dalam ekosistem manufaktur Indonesia.

Tak kalah penting, industri logam dasar menjadi magnet investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp238,4 triliun sepanjang tahun lalu—menyumbang hampir 14% dari seluruh investasi nasional. “Ini bukan semata angka. Ini mencerminkan bahwa industri baja sedang menuju posisi strategis, bukan lagi sekadar pelengkap infrastruktur,” ujar Eko.

Strategi Industrialisasi 2025–2029

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045, industri baja digolongkan sebagai industri prioritas dalam kategori logam dasar dan hilirisasi sumber daya alam unggulan. Targetnya adalah mengerek kontribusi sektor pengolahan terhadap PDB menjadi 28%, serta menurunkan ketergantungan terhadap bahan mentah impor.

Kemenperin menetapkan lima arah kebijakan penguatan industri baja:
1. Trade Remedies & Pengendalian Impor
Untuk melindungi pasar domestik dari praktik perdagangan tidak adil seperti anti dumping, safeguard, dan circumvention.
2. Penerapan SNI Wajib
Saat ini, 20 produk baja telah dikenakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk menjamin mutu dan keamanan produk.
3. Insentif Fiskal dan Investasi
Pemerintah menawarkan fasilitas seperti tax holiday, tax allowance, dan masterlist bahan baku.
4. TKDN dan Program P3DN
Penekanan pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri, khususnya untuk proyek strategis nasional seperti infrastruktur, pertahanan, dan energi.
5. Kepastian Energi dan Bahan Baku
Termasuk kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dengan harga maksimal USD 6/MMBTU yang kini dinikmati oleh 67 perusahaan industri baja di Indonesia.
Tantangan Keberlanjutan dan Transformasi Hijau

Namun, di balik geliat pertumbuhan, sektor baja menghadapi empat tantangan utama terkait keberlanjutan:
• Dekarbonisasi: industri baja menyumbang sekitar 4,66% emisi karbon nasional. Diperlukan transformasi teknologi dari proses konvensional menuju metode produksi rendah karbon.
• Efisiensi Energi: sektor ini dikenal sangat energy-intensive. Optimalisasi tanur dan manajemen energi menjadi kunci menekan biaya dan emisi.
• Ekonomi Sirkular: meski tingkat daur ulang baja global tinggi (630 juta ton/tahun), kualitas dan konsistensi suplai skrap baja domestik masih jadi persoalan.
• Kelebihan Kapasitas Global: kelebihan produksi baja dunia, terutama dari Tiongkok, sebesar 625 juta ton, terus menekan harga dan menantang keberlanjutan investasi industri hijau di dalam negeri.

Eko menegaskan bahwa pemerintah tak tinggal diam. Upaya mitigasi emisi telah masuk dalam agenda nasional melalui mekanisme inventarisasi GRK di tiap perusahaan, validasi mitigasi oleh lembaga independen, dan peta jalan dekarbonisasi sektor logam dasar. “Jika kita ingin menjadikan industri sebagai pengungkit kekuatan nasional, maka baja adalah titik tolaknya. Kita tidak hanya butuh tumbuh, kita perlu tumbuh cerdas dan hijau,” tegasnya.

Dari Pabrik ke Panggung Global

Indonesia kini menempati peringkat ke-14 dunia dalam produksi baja kasar, naik drastis dari tahun 2019. Produksi nasional telah mencapai 17 juta ton per tahun, dan terus meningkat seiring ekspansi fasilitas dan peningkatan utilisasi.

“Dalam sepuluh tahun ke depan, kita tidak hanya harus memenuhi kebutuhan dalam negeri—tetapi juga menjadi pemain ekspor baja bernilai tambah tinggi,” ujar Eko.
ISSEI 2025: Titik Temu Industri dan Kebijakan

Forum Indonesia Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025, yang digelar pada 21–22 Mei di Jakarta Convention Center, menjadi ruang strategis pertemuan lintas sektor: dari regulator, pelaku industri baja, hingga pengguna akhir dari sektor pertahanan, energi, dan maritim.

Diselenggarakan oleh IISIA bekerja sama dengan SEAISI, ISSEI 2025 mengusung tema “Baja Nasional, Daya Saing Regional”, dengan semangat memperkuat kolaborasi antarnegara ASEAN dan membangun ekosistem baja yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Industri baja bukan hanya soal material, melainkan tentang kemampuan suatu bangsa membangun, melindungi, dan berdiri mandiri. Kemenperin, lewat ISSEI 2025, menegaskan: masa depan Indonesia dibentuk dari logam keras yang dipoles dengan kebijakan cerdas. (*)

\ Get the latest news /

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup,

    Komitmen Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup,

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Kabiro Aceh Timur
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kompassidik.com | Banda Aceh, 6 November 2024 – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) meraih predikat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen Medco E&P dalam praktik pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan PROPER predikat Biru tersebut diberikan oleh […]

  • KAI Divre III Palembang Catat Tren Positif Wisatawan Asing Menggunakan Kereta Api

    KAI Divre III Palembang Catat Tren Positif Wisatawan Asing Menggunakan Kereta Api

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Palembang, 14 Oktober 2025  – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang mencatat tren positif minat wisatawan asing yang menggunakan layanan kereta api sebagai moda transportasi utama untuk menjelajahi destinasi wisata di Sumatera Selatan. Dari bulan Januari hingga triwulan III Tahun 2025, sebanyak 1.097 wisatawan mancanegara tercatat menggunakan kereta api baik di wilayah Divre […]

  • Besi Beton Ulir vs Polos: Cara Memilih dan Menghitung Tulangan dengan Akurat

    Besi Beton Ulir vs Polos: Cara Memilih dan Menghitung Tulangan dengan Akurat

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Marketing
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pemilihan besi beton ulir dan polos perlu disesuaikan dengan fungsi struktur pada proyek konstruksi, seperti rumah tinggal hingga gedung bertingkat, karena besi ulir memiliki daya lekat dan kekuatan lebih baik untuk elemen utama, sedangkan besi polos cocok untuk kebutuhan ringan yang lebih ekonomis. Dengan menghitung kebutuhan tulangan sejak tahap perencanaan, mulai dari diameter, panjang, hingga […]

  • Memahami Peran BPOM dalam Perizinan Usaha: Kapan Persetujuan BPOM Diperlukan?

    Memahami Peran BPOM dalam Perizinan Usaha: Kapan Persetujuan BPOM Diperlukan?

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran penting dalam mengatur keamanan dan kualitas produk konsumen, khususnya makanan, minuman, obat-obatan, jamu, dan kosmetik. Bagi pelaku usaha di sektor-sektor ini, memahami kapan dan mengapa persetujuan BPOM diperlukan sangat krusial untuk memastikan kepatuhan dan menghindari gangguan hukum atau operasional. Panduan ini menjelaskan peran BPOM dalam […]

  • Sambut Hari Armada RI 2024, Lanal Bandung Ziarah di TMPN Cikutra

    Sambut Hari Armada RI 2024, Lanal Bandung Ziarah di TMPN Cikutra

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Hera Altien Syam
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kompassidik.Online Bandung — Komandan Lanal Bandung Kolonel Laut (P) Muhammad Taufik, M.Tr.Hanla., M.M., memimpin Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga dalam rangka memperingati Hari Armada RI Tahun 2024, bertempat di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Cikutra Bandung, Rabu (04/12/2024). Ziarah diikuti oleh Prajurit Lanal Bandung, beserta Pengurus Jalasenastri Cabang 9 Korcab III DJA I. Kegiatan […]

  • Mudik Aman Berbagi Harapan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026

    Mudik Aman Berbagi Harapan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Marketing
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Senyum haru dan semangat pulang kampung mewarnai pelepasan peserta Program Mudik Bersama BUMN dan Pelindo Group Tahun 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan”. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo Group dalam memfasilitasi masyarakat agar dapat kembali ke kampung halaman dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026. […]

expand_less PAGE TOP