Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Paparan Publik PT Lionmesh Prima Tbk
- account_circle Hera Altien Syam
- calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kompassidik.Online Jakarta — PT Lionmesh Prima Tbk telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran. Rabu (25/6/2025).
Pada tahun 2024 penjualan neto Perseroan sebesar Rp91,62 miliar atau turun 18,91% dibanding tahun 2023, dan rugi neto sebesar Rp(7,48) miliar. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui antara lain :
1. Menyetujui menunjuk Kantor Akuntan Publik “Teramihardja, Pradhono & Chandra” yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025 dan memberi wewenang sepenuhnya kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Yang ditunjuk tersebut karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit atas Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025.
Demikian ringkasan hasil-hasil yang disetujui oleh para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
Economic & Geopolitic Review
1. Nikai tukar rupiah yang melemah dan biaya impor bahan baku tinggi membebani industri dalam negeri. Pemilu dan Pilkada serentak menambah ketidakpastian politik, memicu sikap “wait and see” investor sehingga aliran investasi terhambat. Sektor manufaktur tetap terdampak signifikan akibat kenaikan biaya produksi dan permintaan yang lesu.
2. Perlambatan ekonomi Tiongkok memperparah ketidakstabilan harga baja global, yang berdampak langsung pada industri bahan bangunan Indonesia. Fluktuasi harga komoditas global memperburuk daya saing industri domestik.
3. Ketegangan geopolitik di Rusia-Ukraina serta konflik Timur Tengah, mengganggu rantai pasokan global. Dampaknya meliputi kenaikan harga komoditas, inflasi tinggi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi negara maju.
Indonesia menghadapi tantangan multidimensi pada 2024, dengan faktor geopolitik global dan dinamika domestik saling memperkuat risiko ekonomi.
Business Challenge
1. Perlambatan ekonomi global dan nasional menyebabkan penurunan permintaan di sektor-sektor pengembangan properti dan konstruksi di Indonesia, yang mengakibatkan melemahnya permintaan terhadap produk bahan bangunan berbahan baja.
2. Pilpres dan Pilkada di Indonesia menyebabkan penurunan pesanan yang diterima oleh Perseroan pada tahun 2024, karena sebagian investor mengambil sikap “wait and see”.
3. Persaingan dagang yang semakin ketat dan cenderung kurang sehat, ditandai dengan hadirnya produsen yang juga memproduksi wire rod menggunakan teknologi induction Furnace, sehingga mampu menawarkan harga jual yang jauh lebih rendah. Kondisi ini berdampak pada penurunan signifikan terhadap harga dan volume penjualan Perseroan.
Saham LMSH
- Sepanjang tahun 2024 harga tertinggi saham LMSH sebesar Rp440 per lembar saham, harga terendah Rp316 per lembar saham dan harga penutupan sebesar Rp400 per lembar saham dengan nilai kapitalisasi saham sebesar Rp38,4 miliar.
- Sepanjang tahun 2024, Perseroan menerima surat Peringatan dari BEI atas belum memenuhi jumlah saham free float sehingga masuk dalam papan pemantauan khusus.
- Berdasarkan pengumuman tanggal 31 Januari 2025, Bursa menghentikan sementara perdagangan efek terkait sanksi pemenuhan saham free float.
- Perseroan masih menjajaki beberapa opsi dan mencari solusi untuk meningkatkan likuiditas dan proporsi saham free float.
- Hingga saat ini Perseroan belum melakukan corporate action.
(Hera)
- Penulis: Hera Altien Syam

Saat ini belum ada komentar