Tumbuhkan Nasionalisme di Perkampungan, Forwatu Banten Gelar Upacara Rakyat dan Pembagian Santunan Dhuafa Lanjut Usia

Kompassidik.com – Lebak – WARUNGGUNUNG — Semangat nasionalisme tumbuh subur di tengah masyarakat perkampungan Kampung Pabuaran, RT 02 RW 01, Desa Warunggunung, Kabupaten Serang, saat Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menggelar Upacara Rakyat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8). Tanpa kemewahan dan mengandalkan kekuatan gotong royong warga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan tetap dirayakan dengan khidmat dan penuh kebersamaan.

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung sederhana namun khidmat, dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan — mulai dari anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat, hingga para lansia. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama dengan penuh semangat, diiringi haru saat bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, menandakan cinta tanah air yang tak luntur di tengah perkampungan yang sederhana.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ginta Maulana Saputra, menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai kegiatan.

“Kami menamakannya Giat Primordial dan mengusung tema Merdeka Bersama Rakyat, sesuai arahan Presidium Forwatu Banten. Kami percaya nasionalisme tumbuh dari akar rumput dan menjalar hingga ke tingkat nasional. Kemerdekaan ini diraih oleh rakyat, dijaga oleh rakyat, dan harus dirasakan oleh rakyat. Melalui upacara rakyat ini, kami ingin menanamkan bahwa nasionalisme tidak harus di gedung mewah, tapi tumbuh di hati setiap warga, di setiap sudut kampung,” tegas Ginta.

Usai upacara bendera, suasana berlanjut dengan kehangatan saat Forwatu Banten menyerahkan santunan berupa sembako beras kepada puluhan warga lanjut usia dan dhuafa di sekitar lokasi. Pembagian ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para lansia yang telah menyaksikan perjuangan bangsa sejak masa awal kemerdekaan.

Salah satu warga lanjut usia dari RT 02, Dedi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan.

“Kami merasa terbantu dan dihargai sebagai warga yang lahir lebih dulu. Merdeka sudah beberapa kali kami rayakan, namun baru kali ini kami diingatkan dan diberikan perhatian khusus. Terima kasih Forwatu Banten,” ungkap Dedi dengan nada haru.

“Mereka adalah saksi sejarah. Usia mereka yang sudah lanjut bukan alasan untuk dilupakan, justru menjadi alasan bagi kita untuk berterima kasih dan peduli. Semoga ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti saling berbagi dan peduli sesama anak bangsa,” tambah Ginta.

Warga penerima santunan lainnya juga tampak haru dan menyambut baik kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi momen penyatuan warga di tengah keberagaman.

Selain upacara dan pembagian santunan, rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 ini juga diisi dengan lomba-lomba kemerdekaan yang melibatkan anak-anak hingga dewasa, menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan khas perayaan 17 Agustus.

Forwatu Banten menegaskan akan terus melestarikan tradisi ini, agar semangat nasionalisme dan kepedulian sosial tetap tumbuh di tengah masyarakat, terutama di wilayah-wilayah perkampungan yang menjadi fondasi kokoh persatuan bangsa.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top