Nyepi 2026 di Lapas Batam: Hanya 3 dari 7 Warga Binaan Lolos Remisi

Kompassidik.comBatam Remisi Hari Raya Nyepi 2026 di Lapas Kelas IIA Batam tak dibagi rata. Dari tujuh warga binaan beragama Hindu, hanya tiga orang yang dinyatakan layak menerima pengurangan masa hukuman.

Seleksi dilakukan ketat. Mereka yang lolos dinilai memenuhi syarat administratif dan substantif, mulai dari catatan perilaku hingga keaktifan dalam program pembinaan. Sisanya? Belum cukup layak.

Kalapas Batam, Yosafat Rizanto, menegaskan remisi bukan hadiah cuma-cuma. Itu hak-tapi dengan syarat jelas.

“Negara memberi apresiasi bagi yang benar-benar menunjukkan perubahan,” tegasnya.

Pendekatan ini menegaskan arah pemasyarakatan yang tak sekadar menghukum, tapi mendorong perbaikan diri. Disiplin dan konsistensi jadi kunci, bukan sekadar menjalani waktu.

Di sisi lain, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar, melihat momen Nyepi sebagai ruang refleksi.

“Ini bukan hanya pengurangan hukuman, tapi kesempatan memperbaiki diri secara spiritual,” ujarnya.

Penyerahan remisi berlangsung sederhana namun penuh makna.

Di balik itu, ada pesan kuat: toleransi tetap hidup di balik tembok lapas.
Bagi penerima, ini jadi titik awal.

Bagi yang belum, ini peringatan-perubahan bukan wacana, tapi harus dibuktikan.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top