BUKTI DI LAPANGAN MENJAWAB TANTANGAN PENGAWAS SPBU YANG SELALU MENANTANG WARTAWAN UNTUK LAPORKAN JIKA ADA BUKTI TEMUAN

Kompassidik.com – BANDAR LAMPUNG – MINGGU 02 AGUSTUS 2026 | PUKUL 10.46 WIB
SPBU 24-352-39 — JALAN YOS SUDARSO NOMOR 26, SUKARAJA, KECAMATAN BUMI WARAS, TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG

Ini adalah pemberitaan ketiga kami terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU berkode 24-352-39. Dua kali sebelumnya, kami telah melaporkan aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut, namun belum mendapat tanggapan yang memuaskan. Bahkan pada pemberitaan kedua, pengawas SPBU menantang awak media dan menyatakan dengan tegas bahwa di SPBU yang kelolanya tidak ada pelanggaran, dan meminta kami untuk membuktikannya sendiri.

Hari ini, kami kembali ke lokasi. Kali ini, kami tidak lagi menemui pengawas untuk meminta keterangan, melainkan langsung turun ke lapangan untuk membuktikan apa yang telah kami duga.

Berdasarkan laporan yang diterima sekitar pukul 08.00 WIB, warga melaporkan antrean kendaraan di SPBU tersebut kembali membludak dan sangat mengganggu arus lalu lintas. Terlihat pula kendaraan-kendaraan yang diduga telah dimodifikasi tangkinya untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar.

Sekitar pukul 09.35 WIB, Tim Media tiba di lokasi. Kami langsung mengamati dan merekam aktivitas yang terjadi. Dan ternyata, dugaan masyarakat terbukti. Hampir 75 persen kendaraan yang sedang mengantre terlihat jelas merupakan kendaraan-kendaraan yang telah disiapkan khusus untuk mengangkut BBM dalam jumlah banyak.

Kami mendatangi salah satu truk yang di bagian belakangnya terpasang tangki berukuran besar. Saat ditanya pengemudinya, ia mengakui bahwa tangki tersebut memang digunakan untuk membawa BBM, namun ia menyatakan dirinya hanya sebagai sopir dan tidak mengetahui hal-hal lain. Setelah diperiksa, tangki tersebut berkapasitas sekitar 1.000 liter.

Di kendaraan berikutnya, kami temukan puluhan jeriken yang masing-masing berkapasitas 35 liter dan telah terisi penuh BBM. Hal serupa kami temukan pada kendaraan-kendaraan lain yang sedang mengantre.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas, justru terlihat dikumpulkan dalam jumlah besar oleh kendaraan-kendaraan yang jelas-jelas bukan untuk kebutuhan pribadi sehari-hari.

Seluruh bukti berupa foto dan rekaman video telah kami dokumentasikan sebagai pembuktian atas tantangan yang disampaikan pengawas SPBU pada pemberitaan sebelumnya.

Kini kami berharap aparat penegak hukum dan pihak berwenang segera turun ke lokasi, memeriksa, dan menindak tegas apabila memang terbukti terjadi pelanggaran yang merugikan negara dan masyarakat. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top