Siti Maidina, S.IP., M.IP., Dorong Program BPDP Rp7 Triliun Berdampak Nyata bagi Petani Kelapa Tanjab Barat

KOMPASSIDIK.COM | TANJUNG JABUNG BARAT — Pengembangan perkebunan kelapa dinilai menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Karena itu, program bantuan sarana dan prasarana perkebunan kelapa melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) diharapkan tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Siti Maidina, S.IP., M.IP., dalam kegiatan Sosialisasi Kegiatan Bantuan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rapat Kecamatan Tungkal Ilir, Senin (12/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur DPRD, camat dari Kecamatan Tungkal Ilir, Bram Itam, dan Seberang Kota, serta kepala desa, lurah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan pengurus kelompok tani.

Program pengembangan kelapa dalam ini menjadi perhatian karena menyangkut keberlanjutan perkebunan rakyat yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Tiga kecamatan tersebut menjadi wilayah sasaran sosialisasi, sehingga kesiapan petani dan kelompok tani dalam mengikuti mekanisme program menjadi hal penting.

Siti Maidina: Petani Harus Mendapat Manfaat, Bukan Sekadar Informasi

Keterlibatan Siti Maidina sebagai anggota Komisi II DPRD diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan penyampaian aspirasi masyarakat, terutama dalam memastikan kebijakan pembangunan perkebunan selaras dengan kebutuhan petani di lapangan.

Bagi petani, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau luasnya cakupan sosialisasi. Hal yang lebih penting ialah kejelasan mekanisme pengajuan, keterbukaan persyaratan, ketepatan penerima bantuan, serta kesesuaian sarana dan prasarana yang diberikan dengan kebutuhan perkebunan rakyat.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh, serta kelompok tani perlu diperkuat sejak tahap pendataan hingga pelaksanaan program.

Pengawasan yang baik juga diperlukan agar kesempatan memperoleh bantuan dapat diakses sesuai ketentuan oleh kelompok tani yang memenuhi persyaratan, tanpa mengabaikan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat perkebunan.

Tiga Kecamatan, Peluang Besar bagi Perkebunan Kelapa

Kecamatan Tungkal Ilir, Bram Itam, dan Seberang Kota memiliki kepentingan besar dalam pengembangan komoditas kelapa. Melalui program yang dirancang secara tepat, dukungan sarana dan prasarana diharapkan mampu membantu meningkatkan produktivitas kebun, memperbaiki pengelolaan usaha tani, serta memperkuat keberlanjutan pendapatan petani.

Informasi mengenai alokasi anggaran program secara nasional sebesar Rp7 triliun juga menjadi perhatian. Namun, angka tersebut perlu dipastikan melalui dokumen resmi BPDP, termasuk rincian alokasi dan mekanisme penyaluran yang berlaku, agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Di tingkat daerah, kesiapan administrasi kelompok tani, validitas data calon penerima, dan pemahaman terhadap persyaratan program menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan secara serius.

Pengawalan Berkelanjutan Menjadi Kunci

Program bantuan perkebunan akan memiliki arti lebih besar apabila pelaksanaannya disertai transparansi, pendampingan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Petani membutuhkan kepastian informasi mengenai tahapan program, persyaratan yang harus dipenuhi, serta bentuk bantuan yang dapat diakses sesuai ketentuan.

Dalam konteks tersebut, peran DPRD melalui fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat menjadi penting untuk mendorong agar pelaksanaan program berjalan akuntabel dan berorientasi pada kepentingan petani.

Harapan akhirnya bukan semata terselenggaranya program bantuan, melainkan tumbuhnya perkebunan kelapa rakyat yang lebih produktif, meningkatnya daya saing hasil perkebunan, dan menguatnya perekonomian masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bagi petani kelapa, keberhasilan program bukan hanya tentang bantuan yang disalurkan, tetapi tentang perubahan nyata yang dirasakan di kebun dan dalam kehidupan keluarga mereka.

 

KOMPASSIDIK.COM — Kritis, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top