Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Ayu asalasiyah pemimpin perempuan way kanan, mengabdi tanpa henti melayani sepenuh hati

Ayu asalasiyah pemimpin perempuan way kanan, mengabdi tanpa henti melayani sepenuh hati

  • account_circle Kabiro Waykanan
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ayu Asalasiyah, Pemimpin Perempuan Way Kanan: Mengabdi Tanpa Henti, Melayani Sepenuh Hati

kompas sidik online, way kanan,—
Di tengah arus perubahan zaman dan transformasi sosial, kehadiran Ayu Asalasiyah sebagai Bupati Way Kanan membuka babak baru dalam sejarah kepemimpinan daerah: babak di mana perempuan tak hanya jadi pelengkap di kursi birokrasi, tetapi menjadi pengambil keputusan utama, penentu arah kebijakan, dan penyeimbang dalam proses pembangunan.

Dilantik pada 10 Juni 2025, Ayu menggantikan almarhum Ali Rahman untuk sisa masa jabatan 2025–2030. Namun lebih dari sekadar menggantikan, Ayu membawa warna baru—sebuah gaya kepemimpinan yang menyentuh hati rakyat: hangat, inklusif, tetapi tetap tegas dan berani mengambil langkah-langkah strategis.

Lahir dari keluarga pejuang politik lokal, Ayu membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar di ruang pengambilan keputusan. Ia bukan pemimpin karena garis keturunan, melainkan karena kualitas yang telah ia bangun sejak lama—konsistensi dalam memperjuangkan rakyat, kerja nyata di lapangan, dan sikap terbuka dalam berdialog dengan siapa pun.

Ayu memahami betul bahwa politik bukan medan dominasi laki-laki, melainkan ruang pengabdian yang seharusnya terbuka bagi siapa saja yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemauan melayani.

> “Saya ingin kehadiran saya menjadi bukti bahwa perempuan tidak hanya bisa bicara tentang dapur dan keluarga, tapi juga mampu memimpin daerah, menyusun anggaran, dan menentukan arah pembangunan,” ujar Ayu dalam salah satu wawancara publik.

Dalam berbagai forum, Ayu kerap menyoroti bagaimana kebijakan publik sering melupakan kebutuhan nyata perempuan dan anak-anak. Karena itu, ia mendorong penguatan program perlindungan sosial bagi ibu rumah tangga, pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan peran perempuan desa, serta layanan kesehatan dan pendidikan yang ramah anak.

Kepemimpinan Ayu juga mencerminkan komitmen terhadap kesetaraan gender—bukan dalam bentuk slogan, tetapi dalam langkah nyata: membuka ruang partisipasi perempuan dalam musrenbang, mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam UMKM dan pertanian modern, serta memastikan pelayanan publik tidak diskriminatif terhadap kelompok marginal.

> “Ketika perempuan diberi ruang, bukan hanya kualitas hidup keluarga yang naik, tapi juga seluruh wajah daerah akan berubah. Perempuan itu agen stabilitas dan peradaban,” ungkap Ayu di sela kesibukan nya.

Dalam struktur birokrasi dan politik, perempuan sering kali diposisikan sebagai pelengkap atau hanya simbol representasi. Ayu melawan stigma itu. Ia hadir bukan hanya sebagai wajah baru dalam politik lokal, tapi sebagai pelaku perubahan.

Dengan gaya komunikasi yang empatik dan pendekatan yang humanis, Ayu berhasil menciptakan suasana pemerintahan yang lebih terbuka, ramah, dan dekat dengan rakyat—khususnya kelompok yang selama ini terpinggirkan.

Ia pun tidak segan memberikan perhatian khusus pada isu-isu yang selama ini dianggap tabu, seperti kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan anak, dan ketimpangan ekonomi berbasis gender. Ia percaya bahwa pemimpin daerah harus memiliki keberanian moral untuk menyentuh masalah-masalah akar rumput yang selama ini dibiarkan membusuk dalam diam.

Sebagai seorang ibu dari tiga anak, Ayu juga membawa perspektif keluarga dalam setiap kebijakan. Baginya, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari pembangunan karakter dan keharmonisan keluarga. Dari rumah, katanya, lahir generasi yang jujur, toleran, dan produktif.

Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antar OPD untuk menghadirkan program pembangunan berbasis keluarga: rumah sehat, posyandu digital, kampung ramah perempuan dan anak, serta insentif bagi ibu pekerja informal.

Ayu Asalasiyah menjadi simbol baru bagi para perempuan muda di Way Kanan dan Lampung pada umumnya. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa melampaui batasan budaya dan stereotip yang selama ini mengurung potensi mereka.

Dengan gaya kepemimpinan kolaboratif dan pendekatan “dari bawah ke atas”, Ayu membuka ruang harapan: bahwa kepemimpinan yang baik tidak mengenal jenis kelamin, hanya membutuhkan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan keberanian untuk mendengar serta bertindak.

Way Kanan bukan hanya sedang menyusun rencana pembangunan—tetapi sedang menulis ulang narasi tentang peran perempuan dalam panggung utama demokrasi lokal. Dan di pusat panggung itu, berdirilah Ayu Asalasiyah: seorang ibu, seorang pemimpin, dan seorang pelayan masyarakat, yang terus mengabdi tanpa henti dan melayani sepenuh hati.

Dian Rozali H

\ Get the latest news /

  • Penulis: Kabiro Waykanan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendirikan Perseroan Terbatas di Indonesia Menjadi Sederhana pada tahun 2025

    Mendirikan Perseroan Terbatas di Indonesia Menjadi Sederhana pada tahun 2025

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Indonesia telah menjadi salah satu tujuan menarik bagi para pengusaha dan investor di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, sumber daya yang melimpah, dan peningkatan kemudahan berbisnis, negara ini menawarkan peluang yang sangat besar bagi bisnis lokal dan asing. Salah satu struktur bisnis paling populer di Indonesia adalah Limited Liability Company (Perseroan Terbatas or […]

  • Ribuan Triliun Sudah Indonesia Rugi Kepala Bea Cukai Batam Diminta Dicopot Terkait Dugaan Rokok Ilegal

    Ribuan Triliun Sudah Indonesia Rugi Kepala Bea Cukai Batam Diminta Dicopot Terkait Dugaan Rokok Ilegal

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ve
    • visibility 0
    • 0Komentar

    www.kompassidik.online Ribuan Triliun Sudah Indonesia Rugi Kepala Bea Cukai Batam Diminta Dicopot Terkait Dugaan Rokok Ilegal www.kompassidik.online Batam – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diminta mencopot Kepala Bea Cukai Batam atas dugaan pembiaran dan perlindungan terhadap peredaran rokok ilegal yang diproduksi di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kota Batam. Rokok bermerek H&D, H-Mind, dan OFO […]

  • Maksimalkan Penjualan Tanggal Cantik: Strategi Konten Kreatif Videfly untuk UMKM

    Maksimalkan Penjualan Tanggal Cantik: Strategi Konten Kreatif Videfly untuk UMKM

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    JAKARTA, Indonesia – 24 Juni 2025 – Videfly, penyedia solusi pembuatan video promosi otomatis untuk UMKM, hari ini merilis panduan strategis mengenai ide konten kreatif yang dapat disesuaikan untuk kampanye “tanggal cantik” seperti 7.7, 8.8, atau 11.11 di platform marketplace. Wawasan ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dan brand menonjol di tengah persaingan ketat dan […]

  • Sebanyak 1,5 Juta Masyarakat di Daop 6 Gunakan Kereta Kelas Ekonomi pada Januari – April 2025

    Sebanyak 1,5 Juta Masyarakat di Daop 6 Gunakan Kereta Kelas Ekonomi pada Januari – April 2025

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Selama periode tersebut, KAI Daop 6 mencatat sebanyak 1.546.772 orang menggunakan KA kelas ekonomi keberangkatan awal Daop 6 Yogyakarta. Yogyakarta, 17 Mei 2025 – KAI Daop 6 Yogyakarta mencatatkan kinerja positif untuk kereta api kelas Ekonomi pada periode Januari hingga April 2025. Selama periode tersebut, KAI Daop 6 mencatat sebanyak 1.546.772 orang menggunakan KA kelas […]

  • SWK REBORN: Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif Era 5.0 Dorong UMKM Surabaya Menuju Inovasi Berkelanjutan

    SWK REBORN: Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif Era 5.0 Dorong UMKM Surabaya Menuju Inovasi Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar talkshow bertajuk SWK REBORN: Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif di Era 5.0 yang diselenggarakan pada tanggal 02 Juni 2025 di Aula Lantai 5 Aseec Tower Unair. Turut mengundang dalam acara tersebut Dinkopdag Kota Surabaya dan praktisi influencer. Acara yang diselenggarakan tersebut diikuti oleh 52 perwakilan Sentra Wisata Kuliner […]

  • Dunia Lagi Ramai! Apa Dampaknya ke Pengiriman Luar Negeri dari Indonesia?

    Dunia Lagi Ramai! Apa Dampaknya ke Pengiriman Luar Negeri dari Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Kenapa “berita luar” ikut ngaruh ke pengiriman luar negeri kita? Singkatnya, jalur dan biaya di logistik saling terhubung lintas negara. Saat ada kabar di luar Indonesia misalnya gangguan rute laut, kebijakan pelabuhan, aturan bea cukai baru, cuaca ekstrem, atau lonjakan permintaan musiman efeknya bisa terasa ke pengiriman luar negeri dari Indonesia: waktu tempuh berubah, slot […]

expand_less PAGE TOP