Kompassidik.com – Batam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam menggelar peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) secara khidmat dan penuh makna. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat keimanan, meningkatkan moralitas, serta membentuk karakter positif warga binaan pemasyarakatan.
Perayaan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai ibadah bagi warga binaan yang beragama Buddha, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri untuk menumbuhkan nilai-nilai kebajikan, kasih sayang, kesabaran, dan pengendalian diri selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIB Batam terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan mental dan spiritual warga binaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong terjadinya perubahan perilaku sehingga mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan taat terhadap hukum.
Pembinaan kerohanian menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan karena diyakini mampu memperkuat integritas pribadi serta memberikan motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dengan suasana yang penuh kekhusyukan, peringatan Waisak di Lapas Perempuan Batam berlangsung tertib dan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Batam dalam memenuhi hak beribadah setiap warga binaan sesuai agama dan kepercayaannya. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar mampu berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan, diharapkan setiap warga binaan memiliki bekal spiritual, moral, dan mental yang kuat sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi positif bagi keluarga maupun lingkungan sosial setelah bebas nanti.












