Kompassidik.com – Batam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam kembali jadi bahan pembicaraan panas. Dalam dua hari berturut-turut, upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan.
Barang bukti bukan kelas recehan-sabu, ganja, hingga pil ekstasi ditemukan masuk dengan modus dilempar dari luar tembok lapas. Ini bukan sekadar kecolongan.
Ini pola.
Pertanyaannya sederhana tapi menohok: bagaimana mungkin barang terlarang bisa berulang kali menembus area yang seharusnya steril dan diawasi ketat ?
Jika lemparan dari luar terus terjadi, berarti ada celah serius dalam sistem pengamanan-atau lebih buruk, ada pembiaran yang sengaja ditutup rapat.
Publik tidak butuh seremonial razia atau rilis keberhasilan penindakan semata.
Yang ditunggu adalah jawaban jujur: siapa yang lalai, siapa yang bermain, dan kenapa ini seperti terus terjadi tanpa efek jera.
Desakan audit total bukan lagi opsi, tapi kebutuhan mendesak.
Tanpa pembenahan menyeluruh, Lapas Batam berisiko bukan hanya jadi tempat pembinaan, tapi justru ladang subur peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik jeruji.
Kalau tembok tinggi saja bisa “ditembus”, jangan-jangan yang bocor bukan dindingnya—tapi sistemnya.












