Kompassidik.com | Aceh tengah , Pemerintah bersama masyarakat setempat akan memulai pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Desa Reje Payung dan akses menuju Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Proyek infrastruktur pedesaan ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman dan efisien bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala mobilitas akibat kondisi sungai yang memisahkan kedua wilayah.
Pembangunan jembatan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 6 April 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp424.428.000.
Kehadiran jembatan ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan konektivitas masyarakat,
memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di kawasan pedalaman Aceh Tengah.
Berdasarkan data perencanaan, lokasi pembangunan berada di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, dengan titik koordinat 4°25’26.8″ Lintang Utara dan 97°15’00.2″ Bujur Timur.
Jembatan akan dibangun melintasi sungai dengan lebar sekitar 90 meter, sementara panjang total jembatan direncanakan mencapai 110 meter dengan lebar lintasan 1,2 meter.
Kondisi sungai di lokasi pembangunan memiliki kedalaman air normal sekitar 1 meter.
Pada kondisi normal, jarak permukaan air sungai ke tebing atau badan jalan mencapai 1,5 meter, sedangkan saat musim hujan dan terjadi banjir, tinggi muka air dapat meningkat hingga sekitar 2 meter dari dasar tebing.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, konstruksi jembatan dirancang memiliki tinggi sekitar 4 meter dari permukaan sungai sehingga tetap aman digunakan saat debit air meningkat.
Selain itu, tinggi bantalan atau fondasi pada sisi tepi yang lebih tinggi direncanakan mencapai 7 meter guna menjamin stabilitas struktur dan ketahanan jembatan terhadap kondisi geografis setempat.
Jembatan ini juga dirancang dengan kapasitas beban maksimal 1 ton, sehingga dapat digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki, sepeda motor, serta pengangkutan hasil pertanian masyarakat dalam jumlah terbatas.
Masyarakat menyambut baik rencana pembangunan tersebut.
Selama ini, aktivitas warga sering terkendala ketika debit air sungai meningkat, terutama pada musim penghujan.
Keberadaan jembatan gantung diyakini akan mengurangi risiko kecelakaan saat menyeberang sungai dan memberikan akses yang lebih cepat menuju pusat pelayanan publik.
Secara sosial dan ekonomi, proyek ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi warga di dua desa penerima manfaat.
Data menunjukkan bahwa manfaat langsung akan dirasakan oleh 335 jiwa atau 97 kepala keluarga di Desa Reje Payung serta 410 jiwa atau 131 kepala keluarga di Desa Jamat.
Dengan demikian, total penerima manfaat mencapai 745 jiwa dari 228 kepala keluarga.
Peningkatan aksesibilitas diharapkan mampu mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan juga akan menjadi lebih mudah, terutama bagi anak-anak sekolah, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Pembangunan jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan kawasan terpencil.
Dengan tersedianya sarana penyeberangan yang aman dan permanen, masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca maupun debit sungai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Apabila pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, jembatan tersebut diharapkan dapat segera difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Kehadiran jembatan gantung Desa Reje Payung diyakini akan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
(Anto)












