Pesan Dibaca, Tak Dijawab: Ada Apa di Balik Sunyinya KPLP Lapas Batam ?

Kompassidik.comBatam Di tengah mencuatnya dugaan peredaran sabu di dalam Lapas Kelas IIA Batam, satu hal justru mencolok: diamnya pejabat kunci yang seharusnya paling bertanggung jawab atas pengamanan.

Upaya konfirmasi yang dikirimkan kepada Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) terpantau telah dibaca.

Namun hingga kini, tidak ada satu pun respons yang diberikan. Sikap ini bukan sekadar abai-tetapi berpotensi memperkuat dugaan adanya masalah serius di balik tembok lapas.

Informasi yang beredar mengarah pada pola lama yang terus berulang: penggunaan ponsel ilegal oleh warga binaan yang diduga menjadi alat komunikasi utama dalam mengatur penyelundupan narkotika dari luar.

Jika benar demikian, maka persoalannya bukan lagi sekadar kelalaian teknis. Ini menyentuh kemungkinan adanya celah sistemik-bahkan dugaan pembiaran.

Dalam konteks pengamanan lapas, keberadaan ponsel ilegal bukan hal sepele. Itu adalah “urat nadi” yang menghidupkan jaringan dari dalam.

Tanpa akses komunikasi, rantai distribusi akan lumpuh. Namun jika akses itu justru leluasa, maka wajar publik mempertanyakan: di mana letak pengawasannya ?

Sikap bungkam dari pejabat berwenang hanya memperkeruh keadaan. Dalam praktik jurnalistik, hak jawab adalah kesempatan untuk menjelaskan, membantah, atau meluruskan.

Ketika ruang itu tidak digunakan, publik akan membaca diam sebagai sinyal-bukan jawaban.

Sejumlah pihak menilai, kasus-kasus serupa yang terus berulang menunjukkan bahwa pendekatan yang ada selama ini belum menyentuh akar persoalan.

Razia rutin tanpa pembenahan menyeluruh hanya menjadi rutinitas administratif, bukan solusi.

Pertanyaan yang kini mengemuka semakin tajam:

Apakah ini sekadar kelengahan, atau ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kondisi tersebut ?

Jika dugaan ini tidak dibuka secara transparan, maka kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan akan terus tergerus. Lebih dari itu, lapas berisiko berubah fungsi-dari tempat pembinaan menjadi simpul kendali kejahatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak KPLP Lapas Batam belum memberikan keterangan resmi.

Dan dalam kasus seperti ini, diam-sering kali berbicara lebih keras dari kata-kata.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top