Berita  

Sleep Apnea Anda Mungkin Mengalaminya

kompassidik.online Jakarta -Tidur seharusnya menjadi pengalaman yang positif karena merupakan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi diri setelah lelah beraktivitas seharian. Saking pentingnya tidur, kata yang disematkan untuk menggambarkan fungsi tidur adalah neurorestorasi . Namun beberapa orang mungkin tidak bisa menikmati tidur dan manfaat kesehatannya karena mengalami kondisi yang disebut sleep apnea. Selain itu, orang dengan sleep apnea berpotensi mengalami efek samping berupa menurunnya produktivitas kerja, kinerja akademik yang buruk pada anak hingga bila berlangsung menuhun penyakit jantung koroner. Kok bisa? Yuk kita bahas lebih lanjut…

Mengenal Sleep Apnea

Sleep apnea adalah salah satu bentuk gangguan tidur yang ditandai terhentinya pernapasan berulang kali selama tidur. Kondisi ini biasanya terjadi akibat melemahnya struktur anatomi di sekitar jalan napas sehingga jalan napas tertutup saat tidur. Walhasil, aliran oksigen ke otak dan tubuh terganggu.

Terdapat dua jenis sleep apnea, yakni obstruktif dan sentral. Sleep apnea obstruktif terjadi saat otot-otot di belakang tenggorokan menjadi terlalu berlebihan selama tidur sehingga saluran napas tersumbat atau menyempit. Ini jenis sleep apnea yang paling umum dengan prevalensi 24% pada laki-laki berusia 30-60 tahun dan 9% pada Wanita berusia 30-60 tahun. Angka yang cukup besar bukan?

Adapun sleep apnea sentral terjadi tatkala otak gagal mengirim sinyal yang tepat ke otot-otot yang berfungsi mengontrol pernapasan. Akibatnya, tidak terjadi upaya bernapas saat kita tidur, mudahnya: kita lupa bernapas saat tidur. Orang yang mengalami sleep apnea obstruktif dapat mengembangkan sleep apnea sentral di kemudian hari.

Sleep apnea bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Untuk menentukannya, diperlukan pemeriksaan menyeluruh sehingga diketahui penyebab yang melatarinya.

Gejala Apnea Tidur

Gejala yang paling umum muncul pada orang dengan sleep apnea (OSAS) adalah mengorok. Tenang dulu, bila Anda mengorok, Anda belum tentu mengalami OSAS, tapi orang dengan OSAS hampir pasti mengorok (proses yang terjadi sebelum akhirnya saluran napas tertutup sepenuhnya).

Gejala utama sleep apnea adalah napas yang berhenti sesaat saat tidur. Henti napas ini bisa berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Saat hal ini terjadi, kadar oksigen dalam darah menurun dan tubuh akan tersentak untuk mengambil napas lagi terutama dalam kasus sleep apnea obstruktif. Gejala lainnya meliputi:

Mendengkur keras

Terbangun tiba-tiba dengan perasaan berdebar-debar atau terengah-engah

Kantuk berlebihan di siang hari

susah payah berkonsentrasi

Perubahan suasana hati

Gangguan ingatan

Sakit kepala saat pagi akibat penurunan kadar oksigen selama tidur

Mulut terasa kering atau tenggorokan sakit ketika bangun karena bernapas melalui mulut selama tidur

Arousal , yaitu keadaan bangun dari tidur seperti duduk, berpindah namun tidak disadari oleh yang melakukan (biasanya disadari oleh pasangan atau posisi orang tua anak)

Halitosis (bau mulut di pagi hari)

Gejala umum tersebut didapati pada orang dewasa. Gejala pada anak-anak mungkin berbeda, seperti perilaku hiperaktif di siang hari alih-alih ketakutan, masalah belajar, dan terhambatnya pertumbuhan

Penyebab Sleep Apnea

Penyebab sleep apnea bervariasi sesuai dengan jenisnya. Penyebab sleep apnea obstruktif antara lain:

Kegemukan yang membuat saluran napas menyempit akibat lemak berlebih sehingga pernapasan terganggu

Lemahnya otot tenggorokan, antara lain akibat pertambahan usia

Struktur tenggorokan tidak normal, misalnya tonsil yang besar atau rahang bawah yang sempit yang dapat menghalangi saluran napas

Kebiasaan tidur telentang yang membuat lidah dan jaringan lunak lainnya jatuh ke belakang tenggorokan dan menghalangi aliran udara

Adapun penyebab sleep apnea sentral termasuk:

 

Kondisi saraf seperti stroke dan penyakit neurodegenratif yang dapat mempengaruhi otak dan berfungsi dalam mengatur pernapasan

Penggunaan obat penenang atau opioid yang membuat kemampuan otak dalam mengontrol gangguan pernapasan

Selain penyebab itu, ada faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep apnea, seperti usia lanjut, kebiasaan mengonsumsi alkohol atau merokok, jenis kelamin pria, dan riwayat sleep apnea dalam keluarga

Cara Dokter Mendiagnosis

Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk dapat mendiagnosis sleep apnea . Di antaranya:

Evaluasi gejala

Dokter mewawancarai pasien untuk mengumpulkan informasi tentang gejala yang dialami. Informasi dari anggota keluarga atau pasangan juga penting, terutama untuk mengamati henti napas saat tidur yang sulit jika dilakukan sendiri dan informasi seputar gairah. Dengan menggunakan kuesioner sederhana Dokter dapat menstratifikasi risiko OSAS pada seorang pasien. Waktu mulai tidur, jumlah jam tidur, waktu bangun, dan kebiasaan lain yang dapat mengganggu kualitas tidur ( sleep hygienis ) juga akan ditanyakan.

Pemeriksaan fisik

Dokter mungkin perlu memeriksa kondisi tenggorokan, mulut, dan hidung untuk mengetahui apakah ada kelainan struktural yang dapat menghalangi saluran napas. Dokter juga bisa mengukur indeks massa tubuh (BMI) pasien untuk menilai apakah ada faktor risiko obesitas.

Polisomnografi

Tes tidur ini menjadi standar emas untuk mendiagnosis sleep apnea . Tes yang dilakukan di laboratorium khusus tidur ini dilakukan dengan memadukan berbagai parameter fisiologis saat tidur, seperti gelombang otak, detak jantung, pernapasan, kadar oksigen dalam darah, serta gerakan mata. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui indikasi gangguan tidur yang dialami pasien. Beberapa fasilitas kesehatan mungkin memberikan layanan tes tidur di rumah dengan menggunakan beberapa alat seperti: polisomnografi di rumah, poligrafi atau oksimetri satu malam.

Cara Mengatasi Sleep Apnea

Penanganan sleep apnea tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Pendekatan yang umum meliputi:

Perubahan gaya hidup

Menurunkan berat badan untuk membantu mengurangi tekanan pada saluran napas, terutama bagi kelebihan berat badan

Menghindari konsumsi alkohol dan obat penenang yang dapat membuat otot tenggorokan terlalu rileks

Mengubah posisi tidur menjadi miring agar lidah dan jaringan lunak lainnya tidak menghalangi saluran napas

Tekanan saluran napas positif berkelanjutan (CPAP)

CPAP adalah perangkat yang paling banyak dilakukan dan efektif untuk mengatasi sleep apnea obstruktif. Dengan tekanan udara, perangkat ini bisa menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.

Alat bantu mulut

Perangkat yang dikenakan di mulut saat tidur ini berfungsi menjaga posisi rahang atau lidah agar saluran napas tetap terbuka.

Pembedahan

Untuk kasus sleep apnea yang parah atau metode lain tidak efektif, penghentian mungkin diperlukan untuk mengatasi penyumbatan saluran napas, antara lain dengan mengangkat jaringan berlebih di tenggorokan, memperbaiki struktur rahang, atau memasang implan untuk menjaga saluran napas tetap terbuka.

Pengobatan untuk sleep apnea sentral mungkin berbeda karena penyebab yang spesifik. Misalnya terapi untuk mengatasi stroke yang memicu gangguan tidur.

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, sleep apnea dapat memicu sejumlah komplikasi yang lebih serius, antara lain:

Hipertensi dan penyakit jantung

Stroke

Diabetes tipe 2

Masalah hati, seperti penyakit hati berminyak

Gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi

Pertumbuhan gangguan pada anak-anak

Gangguan kognitif

Hipertensi paru

Pencegahan Sleep Apnea

Sleep apnea tidak selalu bisa dicegah. Namun terdapat sejumlah langkah yang bisa diterapkan untuk menekan risiko mengalami sleep apnea, seperti:

Menjaga berat badan yang sehat sesuai dengan standar BMI

Menghindari konsumsi alkohol dan merokok

Menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk menjaga pola tidur teratur

Rutin berolahraga, termasuk melakukan latihan pernapasan agar otot saluran napas lebih kuat

Kapan Harus ke Dokter?

Mengidentifikasi sleep apnea sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi itu berkembang kian parah dan mengganggu kualitas hidup. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejalanya. Bila Anda atau keluarga mengorok dan mengalami kantuk berlebihan di siang hari, Anda dapat mengkonsultasikan keadaan ini kepada Dokter untuk mengevaluasi lebih jauh. Diagnosis dan penanganan yang tepat waktu dapat mengubah kualitas hidup Anda menjadi lebih produktif dan tidak cepat Lelah dan tentunya mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes yang terkait dengan sleep apnea di kemudian hari.

Narasumber:

dr. Fahreza Aditya Neldy, Sp. A

Spesialis Anak

Rumah Sakit Primaya Depok

(Dito)

(I Panji YP)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP