Warga Menolak Pelebaran Trotoar Di Kawasan Stasiun Kereta Api
- account_circle Piryanto
- calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Warga Menolak Pelebaran Trotoar Di Kawasan Stasiun Kereta Api
Kota Cirebon – Puluhan warga yang bertempat tinggal dipinggir jalan kawasan Stasiun Kereta Api Kejaksan Kota Cirebon diduga menolak keras Pelebaran Trotoar di sana karena menimbulkan penyempitan terhadap jalan akses masuk menuju dan keluar dari Stasiun Kereta Api sehingga terjadi sedikit adu mulut antara Warga dengan Humas dari PT.KAI Daop 3 Cirebon, Jumat (14/11/2025).
Alasan warga Menolak Pelebaran Trotoar tersebut diduga karena tidak ada koordinasi dengan mereka, sehingga diduga asal mengeksekusi tanpa memikirkan keberadaan warga sekitar, terbukti dengan banyaknya kepentingan warga yang akhirnya terganggu dengan adanya pelebaran trotoar ini yang jelas merupakan program pemerintah, namun dinilai tidak selaras dengan kepentingan masyarakat sekitar bahkan diduga hanya pencitraan belaka…ketidak setujuan warga didasari karena banyak warga yang mempunyai kendaraan roda empat tidak bisa memarkirkan kendaraannya di depan atau sekitar rumah mereka, bagi warga yang mempunyai toko jelas merasa di rugikan karena pembeli yang akan belanja ditempatnya akhirnya tidak jadi karena tidak ada area parkir.
An warga sekitar yang mempunyai kios berkomentar ” pelebaran trotoar disini jelas sangat merugikan kita, dimana kita mempunyai kios namun saat ada pembeli yang menggunakan kendaraan roda empat jelas tidak bisa parkir depan kios atau toko karena akan menimbulkan kemacetan sehingga pembeli tersebut tidak jadi untuk berbelanja, ” ungkapnya.
Memang tidak salah pemerintah untuk membenahi wilayah tersebut , namun apakah pemerintah lupa banyak kepentingan masyarakat sekitar yang terganggu.
Andry Fernandy ST, Ketua DPD Cirebon Raya Ormas Sangprabu yang juga turut menjembatani antara warga sekitar dengan perwakilan dari PT. KAI turut bersuara dengan adanya pelebaran trotoar ini ” Seharusnya Pemerintah daerah dalam hal ini Walikota, PT. KAI atau dinas terkait harusnya mengadakan sosialisasi dulu yang jelas kepada masyarakat, karena masyarakat taunya revitalisasi trotoar tidak ada pelebaran, sementara pemahaman dari masyarakat revitalisasi adalah perbaikan, karena kurangnya sosialisasi dan koordinasi tersebut maka yang terjadi seperti ini masyarakat kaget dan merasa kepentingannya terganggu ketika trotoar ini dilebarkan jelas jalan menjadi menyempit, jadi kami sampaikan karena pemerintah daerah diduga kurang koordinasi dengan PT.KAI terutama masyarakat, ” terangnya.
Semoga kejadian ini bisa lekas selesai dengan kondusif sehingga semuanya tercapai sesuai keinginan tanpa ada satu pihakpun yang di rugikan.
( Prayoga )
- Penulis: Piryanto

Saat ini belum ada komentar