OKI SUMSEL -KOMPASSIDIK. COM–
Dermawan (50), yang sempat terlantar di Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya diantarkan kembali kepada keluarganya di kawasan 13 Ulu, Kota Palembang, Senin (7/9/2026). Identitas dan keberadaan keluarganya diketahui setelah Dinas Sosial OKI berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk melakukan penelusuran.
Sebelum diantarkan pulang, Dermawan mendapat penanganan dari petugas, mulai dari dimandikan, diberi makan hingga mendapatkan pengobatan. Setelah keluarganya ditemukan, Dinsos OKI berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan baik.
Informasi mengenai keberadaan Dermawan pertama kali diterima Dinsos OKI pada Sabtu (29/8). Petugas kemudian mendatangi lokasi pada Minggu (30/8) dan mendapati Dermawan mengalami gangguan ingatan serta kesulitan bergerak.
Saat berkomunikasi dengan petugas, Dermawan menyebut berasal dari Air Itam. Dinsos OKI kemudian berkoordinasi dengan pemerintah Desa Air Itam untuk menelusuri kemungkinan keberadaan keluarga. Dari hasil pengecekan, Dermawan diketahui bukan warga Desa Air Itam.
Penelusuran dilanjutkan dengan melibatkan pemerintah Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kayuagung, Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) OKI. Petugas juga tetap melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi dan kebutuhan dasar Dermawan terpenuhi.
Titik terang diperoleh pada Senin (7/9) setelah Dinsos OKI bersama Disdukcapil dan Dinas Kesehatan OKI melakukan pengecekan identitas melalui rekam sidik jari. Hasilnya menunjukkan Dermawan merupakan warga 13 Ulu, Palembang.
Setelah identitas diketahui, Dinsos OKI berkoordinasi dengan Dinsos Kota Palembang untuk menemukan keluarganya. Dermawan kemudian diantarkan langsung ke kediaman keluarganya di 13 Ulu setelah sebelumnya mendapatkan penanganan dasar.
Kepala Dinas Sosial OKI H. Dwi Zulkarnain mengatakan penanganan dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan dan keselamatan Dermawan hingga ditemukan solusi.
“Yang terpenting bagaimana Dermawan mendapatkan pertolongan dan bisa kembali kepada keluarganya. Karena identitasnya belum diketahui, kami melakukan penelusuran dan koordinasi sampai keluarganya ditemukan,” ujar Dwi.
Menurut dia, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam penanganan karena Dermawan mengalami gangguan ingatan sehingga informasi mengenai dirinya sulit diperoleh secara lengkap.
“Setelah identitasnya ditemukan, kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos Palembang. Sebelum diantar, kami pastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, kemudian kami antar langsung kepada keluarganya,” katanya.
Dinsos OKI mengapresiasi pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil OKI dan Dinsos Kota Palembang yang turut membantu proses penelusuran hingga Dermawan dapat kembali kepada keluarganya.
(Dedy)












