Kompassidik.com – LEBAK — Konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Lebak memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI disebut telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terbaru terkait kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Lebak.
Dalam SK tersebut, Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, kembali menetapkan Dita Fajar Bayhaqi sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak.
Penetapan tersebut menjadi momentum bagi jajaran PSI Lebak untuk memperkuat mesin organisasi sekaligus memperluas kehadiran partai hingga tingkat akar rumput.
Salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah menuntaskan konsolidasi struktur organisasi di seluruh wilayah Kabupaten Lebak. Berdasarkan keterangan DPD PSI Lebak, pembentukan kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi PSI Lebak untuk memperkuat jaringan organisasi dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat.
Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Bayhaqi, menegaskan dirinya siap menjalankan amanah yang diberikan DPP dengan kerja nyata dan konsolidasi yang lebih masif.
“Amanah yang diberikan oleh Ketum Mas Kaesang dan jajaran DPP ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kerja nyata. Struktur tingkat ranting saat ini sudah hampir 90 persen rampung, yang membuktikan bahwa mesin partai di akar rumput sudah panas dan siap bergerak,” ujar Fajar.
Menurutnya, PSI harus mampu menjadi wadah politik yang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan anak muda.
“PSI harus menjadi partai anak-anak muda, keluarga-keluarga di Kabupaten Lebak, nelayan, petani, peternak, dan seluruh elemen masyarakat yang menjadi harapan bersama dalam membangun Lebak,” katanya.
Fajar menambahkan, setelah legalitas kepengurusan diperkuat dan struktur ranting terus disempurnakan, DPD PSI Lebak akan mendorong berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Program kerakyatan tersebut akan diarahkan melalui kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat serta penguatan komunikasi di tingkat bawah.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya PSI Lebak membangun citra politik yang terbuka, bersih, solutif, dan dekat dengan masyarakat.
Dengan struktur organisasi yang diklaim telah mencapai sekitar 90 persen hingga tingkat ranting, PSI Lebak kini bersiap memperkuat konsolidasi lintas wilayah sekaligus menghadapi berbagai agenda politik dan organisasi ke depan.
Kini tantangannya bukan lagi sekadar membangun struktur, tetapi membuktikan bahwa mesin politik yang telah dipanaskan tersebut benar-benar mampu bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat Lebak.
(Red)












