Jakarta, 16 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat hubungan dengan mitra dealer melalui berbagai kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem bisnis. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan bagi Owner, Direksi, dan Pimpinan Group Dealer Rekanan BRI Finance yang digelar pada Selasa (8/9).
Mengangkat tema “Rahasia Terhindar dari Stroke dan Alzheimer: Kenali, Cegah, dan Tangani dengan Tepat”, kegiatan tersebut menghadirkan tim dari RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta untuk memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan dan penanganan stroke dan Alzheimer. Para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti tes risiko Alzheimer sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan awal.
Direktur Bisnis BRI Finance, Primartono Ginawan, mengatakan, “Dealer merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis BRI Finance. Kami ingin hubungan yang telah terjalin tidak hanya menghasilkan kolaborasi bisnis yang baik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para mitra. Kegiatan edukasi kesehatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus perhatian kami kepada para mitra selama ini mendukung perjalanan bisnis BRI Finance.”
Menurut Primartono, pemilihan topik stroke dan Alzheimer juga mempertimbangkan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan, khususnya terkait faktor risiko yang dapat dikenali dan dikendalikan.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke berdasarkan diagnosis dokter mencapai 8,3 per 1.000 penduduk berusia 15 tahun ke atas di Indonesia. Secara global, WHO juga menempatkan stroke sebagai salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas, dengan sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup maupun kondisi kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kurang aktivitas fisik, dan merokok.
Sementara pada isu demensia, WHO pada Juli 2026 menyampaikan bahwa hingga 45% risiko demensia secara global berkaitan dengan faktor yang dapat dimodifikasi atau dicegah. Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum. Di Indonesia, perhatian terhadap isu tersebut turut diperkuat melalui penerbitan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia oleh Kementerian Kesehatan pada Agustus 2026.
“Melalui edukasi seperti ini, kami berharap para mitra dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan dan lebih memahami pentingnya mengenali faktor risiko sejak dini. Bagi kami, menjaga kualitas hubungan dengan mitra juga berarti memahami kebutuhan mereka di luar aktivitas bisnis,” kata Primartono.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya BRI Finance untuk terus membangun hubungan yang berkelanjutan dengan jaringan dealer rekanan. Dengan hubungan yang semakin erat dan kolaborasi yang kuat, perusahaan berharap dapat terus menciptakan ekosistem pembiayaan yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES












