BBWSC3 Tegaskan Tak Toleransi Kualitas Fisik Buruk pada Program P3-TGAI di Lebak dan Pandeglang

Kompassidik.com – LEBAK – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan adanya pekerjaan fisik yang tidak memenuhi standar dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026.
Program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum tersebut bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi pedesaan yang dikelola Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), sekaligus mendukung ketahanan pangan, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, serta memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal.

Di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang, BBWSC3 melaksanakan sebanyak 104 titik pembangunan P3-TGAI, terdiri dari 74 titik di Kabupaten Lebak dan 30 titik di Kabupaten Pandeglang, yang merupakan program aspirasi Komisi V DPR RI.

Setiap lokasi kegiatan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp195 juta dan dalam pelaksanaannya mendapat pengawalan dari organisasi masyarakat Badak Banten Perjuangan guna memastikan mutu pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pengurus DPP Badak Banten Perjuangan, Asep Fahrudin, mengatakan bahwa masyarakat, khususnya para petani sebagai penerima manfaat, berhak memperoleh bangunan irigasi yang berkualitas.

“Kami meyakini para petani menginginkan hasil pembangunan yang sesuai standar. Karena itu, ketika ditemukan pekerjaan yang kualitasnya tidak sesuai spesifikasi, pihak BBWSC3 mengambil langkah pembongkaran untuk diperbaiki demi memberikan hasil terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Asep, selama ini program P3-TGAI kerap mendapat sorotan publik terkait kualitas pekerjaan. Oleh sebab itu, pengawasan yang lebih ketat pada tahun anggaran 2026 diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembangunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Senada dengan itu, King Badak menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang terbukti tidak memenuhi spesifikasi teknis harus diperbaiki agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.

“Program P3-TGAI tahun ini harus menghasilkan bangunan yang berkualitas. Jika ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka harus dibongkar dan diperbaiki sehingga masyarakat menerima hasil yang terbaik,” tegasnya.

Badak Banten Perjuangan juga mengapresiasi respons cepat BBWSC3 dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang disertai data dan fakta di lapangan. Menurutnya, setiap laporan yang objektif langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan oleh tim teknis.

“Kami mengapresiasi BBWSC3 yang cepat merespons laporan.
Bila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pekerjaan yang tidak sesuai standar, maka langsung dilakukan pembongkaran dan perbaikan agar kualitas bangunan tetap terjaga,” pungkasnya.

Dengan pengawasan yang lebih intensif dari BBWSC3 serta berbagai pihak, diharapkan seluruh pembangunan P3-TGAI di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dapat memberikan manfaat maksimal bagi para petani serta mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Banten.

(Heri(

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top