Dua Tahun Memimpin Banten, Eli Sahroni Soroti Dugaan Korupsi dan Isu Moral Tokoh Berinisial AS

Kompassidik.com – Lebak – Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, melontarkan kritik keras terhadap tokoh Banten berinisial AS yang telah sekitar dua tahun memimpin Provinsi Banten. Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Eli menilai kepemimpinan tersebut diwarnai oleh berbagai persoalan yang dinilai mencederai kepercayaan masyarakat.

Menurut Eli, terdapat dua isu yang menjadi sorotan publik. Pertama, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025, yang di antaranya mencatat adanya kelebihan pembayaran pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk di Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kedua, mencuatnya dugaan kasus asusila yang menyeret nama AS berdasarkan pengakuan seorang perempuan bernama Ida Farida.

Eli berpendapat, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membangun daerah, tetapi juga harus menjaga integritas, akhlak, dan moral sebagai teladan bagi masyarakat.

“Selama pemimpin tidak memiliki akhlak dan moral yang baik, maka sulit bagi masyarakat untuk menaruh kepercayaan penuh terhadap kepemimpinannya,” ujar Eli.

Ia juga menyoroti masih adanya temuan dugaan penyimpangan anggaran di sejumlah OPD yang, menurutnya, menunjukkan bahwa komitmen pemberantasan korupsi belum berjalan maksimal.

“Siapa bilang AS berhasil menahkodai Banten? Faktanya, dugaan penyimpangan anggaran masih ditemukan di sejumlah OPD, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR. Ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat,” katanya.

Selain persoalan tata kelola pemerintahan, Eli menilai isu moral yang menyeret nama AS memiliki dampak besar terhadap citra kepemimpinan di Banten. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum yang berlaku, maka hal itu merupakan persoalan yang tidak dapat dianggap sepele.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjaga kehormatan jabatan dan menjadi contoh bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Eli juga mengaitkan nilai-nilai kepemimpinan dengan sejarah Kesultanan Banten. Ia menyebut para pendiri Banten, seperti Sultan Maulana Hasanuddin, sebagai sosok yang menjunjung tinggi kehormatan, akhlak, dan marwah daerah.

“Marwah Banten harus dijaga. Pemimpin harus menjadi teladan, baik dalam menjalankan pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Eli mengajak masyarakat Banten untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan tetap menyuarakan kebenaran sesuai koridor hukum. Ia mengutip hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi yang menyebutkan bahwa salah satu jihad yang utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.

Dugaan terkait kasus asusila maupun dugaan penyimpangan anggaran yang disebutkan dalam pernyataan di atas masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum dan mekanisme yang berlaku. Pihak AS belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas pernyataan tersebut.

(Red)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top