Kompassidik.com – LEBAK – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di lingkungan PT Cemindo Gemilang yang berlokasi di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak. Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan dari Pentolan Aktivis Banten, yang menilai bahwa insiden tersebut merupakan bukti nyata kelalaian yang terus berulang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja tersebut menimpa salah seorang pekerja saat sedang menjalankan tugasnya.
Kejadian diduga terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, namun baru ditemukan oleh petugas saat pengecekan rutin pada pukul 06.30 WIB. Korban yang bekerja sebagai Patroler BC Quarry itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terlindas dan terjepit pada bagian pulley Belt Conveyor.
Kejadian ini kembali membuka catatan buruk mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Presidium Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten angkat bicara. Pihaknya menegaskan bahwa kejadian serupa bukanlah hal baru dan sudah sering terjadi, namun tidak ada tindakan tegas yang diambil sebelumnya.
“Kami menyayangkan kecelakaan kerja yang kembali terjadi di PT Cemindo Gemilang. Ini menunjukkan bahwa kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja terus berulang,” tegas Arwan Forwatu Banten, Rabu (9/4).
Lebih lanjut, Forwatu Banten menuntut adanya tindakan hukum dan administrasi yang tegas terhadap manajemen perusahaan. Mereka menekankan bahwa kesalahan yang sama tidak boleh dibiarkan terus terjadi tanpa konsekuensi.
“Kelalaian yang berulang ini wajib diberikan sanksi yang tegas dan berat. Tahun 2025 Data menunjukkan 5 Orang Tewas akibat Kecelakaan Kerja! Ini bukan Main-main! Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait harus turun tangan menindaklanjuti hal ini. Jangan sampai pekerja lagi-lagi menjadi korban karena lemahnya pengawasan dan tanggung jawab perusahaan,” tegasnya.
Forwatu Banten juga meminta agar perusahaan segera melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan kerja. Mereka menuntut jaminan keselamatan yang nyata bagi seluruh pekerja, serta meminta pertanggungjawaban penuh atas insiden yang terjadi, termasuk hak-hak korban yang harus dipenuhi sepenuhnya. Selain itu tim Forwatu Banten sedang melakukan persiapan untuk turun ke Lokasi dan melakukan takziah ke Rumah Korban.
“Kita sudah komunikasi dengan pengurus yang ada di Bayah, kita konsolidasi disana! Ini soal nyawa manusia yang tak dimitigasi oleh pihak manajemen Cemindo! Kami Pastikan jika tak segera diambil sikap tegas Kami akan lakukan Aksi Massa di Depan Cemindo dengan terlebih dahulu desak Disnaker Lebak dan Banten bertindak!” Tegas Arwan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggapan pihak manajemen PT Cemindo Gemilang terkait tuntutan dan kecaman yang dilayangkan oleh Forwatu Banten.
(Red)






