Kompasssidik.com | Bener meriah, 7 Juli 2026 – Suasana hangat dan penuh keakraban tersaji di Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, hari ini.
Beberapa awak media berkesempatan duduk santai dan menyeruput kopi bersama feny, sosok yang namanya kini melekat erat di benak masyarakat setempat sebagai simbol perjuangan kemanusiaan.
Nama feny bukanlah sosok asing bagi warga Pintu Rime Gayo. Di saat bencana alam melanda wilayah tersebut di masa lalu, feny muncul sebagai garda terdepan.
Ia dikenal luas karena dedikasinya yang tanpa pamrih dalam menembus akses jalan nasional yang sempat terputus dan melumpuhkan aktivitas ribuan masyarakat.
Dalam obrolan santai yang dihadiri oleh rekan-rekan wartawan, yakni Rayaskana, Rio, dan Anto dari media kompassidik , terungkap kembali sisi humanis perjuangan feny di kala itu.
Dengan jiwa kemanusiaan yang tinggi, ia bergerak cepat melakukan lobi-lobi krusial kepada para pemilik alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun.
Perjuangan saat itu murni karena panggilan kemanusiaan. Saya tidak bisa diam saja melihat masyarakat terisolasi.
Terima kasih kepada pihak-pihak seperti Haji Subar dan pemilik alat berat lainnya yang kala itu bergerak cepat membantu kita membuka akses jalan demi kepentingan warga banyak,”* kenang feny di sela-sela perbincangan.
Pertemuan yang berlangsung di kedai kopi Blang Rakal ini bukan sekadar ajang bernostalgia.
Diskusi yang mengalir deras di antara feny, Rayaskana, Rio, dan Anto dari media ini semakin mempererat tali silaturahmi dan keakraban antar sesama.
Bagi masyarakat Pintu Rime Gayo, sosok seperti feny adalah pengingat bahwa di balik musibah, selalu ada jiwa-jiwa yang rela berkorban untuk kepentingan orang banyak tanpa mengharap imbalan.
Semangat gotong royong yang pernah ia tunjukkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk tetap peduli terhadap sesama di kala sulit.
Kaperwil Aceh : Anto












