Komassidik.com – Lebak – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani. Program padat karya tunai yang bertujuan memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat ini menjadi salah satu upaya mendukung swasembada pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu lokasi penerima manfaat program tersebut adalah Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sanding Bersatu yang berada di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Melalui pembangunan jaringan irigasi tersier, para petani kini memiliki akses air yang lebih baik untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Ketua Kelompok Tani P3A Sanding Bersatu, Sahdan, mengatakan bahwa pembangunan irigasi melalui Program P3-TGAI sangat membantu para petani dalam meningkatkan luas tanam.
“Dengan adanya pembangunan jaringan irigasi ini, akses air menjadi lebih lancar sehingga luas tanam dapat bertambah. Kami berharap hasil panen meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani,” ujarnya, Kamis (25/06/2026).
Program P3-TGAI tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur irigasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat petani melalui sistem swakelola dan padat karya. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Salah seorang penerima manfaat, Ahyudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan irigasi di Kampung Sanding.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS C3, pemerintah setempat, dan seluruh pihak yang telah membantu terealisasinya pembangunan irigasi ini. Program ini sangat membantu petani dalam meningkatkan intensitas tanam guna mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, pemerhati pembangunan Hendra Bobi Abimanyu menilai Program P3-TGAI merupakan langkah strategis yang efektif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program ini memberdayakan petani secara langsung melalui sistem swakelola dan padat karya tunai. Dampaknya sangat positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, menegaskan pihaknya akan mengawal pelaksanaan pembangunan irigasi P3-TGAI di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Menurutnya, king Badak, pengawasan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus mengawal proses pembangunan agar hasilnya berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat petani. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera diperbaiki,” tegas King Badak.
Melalui Program P3-TGAI, pemerintah berharap jaringan irigasi yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan. (Redaksi)












