Kompassidik.com – Lapas Batam Di tengah berbagai tantangan pengamanan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan, mulai dari overkapasitas hingga ancaman penyelundupan narkotika dari luar tembok lapas, jajaran pengamanan Lapas Kelas IIA Batam menunjukkan respons yang cukup sigap dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Salah satu figur yang menjadi garda terdepan dalam upaya tersebut adalah Andre Silalahi, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Batam.
Dalam sejumlah kasus yang terungkap sepanjang 2026, petugas pengamanan berhasil mendeteksi dan menggagalkan upaya masuknya barang terlarang ke dalam lapas melalui modus pelemparan dari luar area tembok lapas.
Pengawasan diperketat pada sejumlah titik yang dianggap rawan, seperti area Blok D, branggang kebun, serta jalur di sekitar Pos Menara 3. Langkah tersebut dilakukan setelah beberapa kali ditemukan upaya penyelundupan yang memanfaatkan kondisi geografis di sekitar lapas.
Dalam salah satu kasus yang mendapat perhatian publik, petugas berhasil menemukan bungkusan mencurigakan yang diduga berisi narkotika sebelum sempat masuk ke jaringan peredaran di dalam lapas. Temuan tersebut bermula dari kewaspadaan petugas lapangan yang kemudian ditindaklanjuti secara cepat oleh jajaran pengamanan di bawah koordinasi Andre Silalahi.
Tidak hanya mengandalkan patroli dan pengawasan fisik, jajaran pengamanan juga aktif melakukan razia gabungan dan tes urine terhadap petugas maupun warga binaan sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan lapas tetap bersih dari narkoba. Hasil tes urine yang dipublikasikan menunjukkan seluruh peserta yang diperiksa dinyatakan negatif.
Tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan. Lapas Batam diketahui menampung penghuni jauh di atas kapasitas ideal. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi upaya petugas dalam memperkuat pengawasan dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Bahkan, sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pihak lapas juga mengusulkan pemasangan pagar jaring (paranet) setinggi 20 meter di area yang sering menjadi sasaran pelemparan barang dari luar. Usulan tersebut menunjukkan adanya upaya perbaikan sistem pengamanan secara berkelanjutan, bukan sekadar tindakan reaktif setelah terjadi temuan.
Di tengah berbagai sorotan terhadap lembaga pemasyarakatan di Indonesia, kinerja petugas yang berhasil mendeteksi dan menggagalkan upaya penyelundupan layak mendapat perhatian. Sebab keberhasilan pengamanan sering kali tidak terlihat ketika situasi aman, tetapi justru tercermin dari banyaknya potensi pelanggaran yang berhasil dicegah sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
Hingga saat ini, berdasarkan informasi publik yang tersedia, pemberitaan mengenai Andre Silalahi lebih banyak berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengamanan, penguatan pengawasan, razia, serta penggagalan upaya penyelundupan ke dalam Lapas Batam. Saya belum menemukan laporan kredibel mengenai proses hukum atau pelanggaran yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi.












