OKI SUMSEL -KOMPASSIDIK. COM–
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (Diskominfo OKI) mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan digital melalui telepon, pesan singkat, dan aplikasi percakapan.
Imbauan ini disampaikan menyusul adanya nomor telepon tidak dikenal yang diduga menghubungi masyarakat dengan mengatasnamakan Wakil Bupati OKI, Supriyanto. Diskominfo OKI telah melaporkan nomor tersebut melalui portal Aduan Nomor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto mengatakan, masyarakat perlu lebih cermat karena modus penipuan terus berkembang dan dapat memanfaatkan identitas pejabat, instansi pemerintah, maupun perusahaan untuk membangun kepercayaan.
“Sudah kami laporkan melalui portal Aduan Nomor Komdigi. Informasi mengenai penyalahgunaan nomor tersebut juga kami sebarkan melalui berbagai kanal agar masyarakat lebih waspada,” kata Adi, Kamis (10/9/2026).
Jangan Mudah Percaya
Adi meminta masyarakat tidak terburu-buru merespons komunikasi dari nomor yang tidak dikenal, terlebih jika meminta uang, data pribadi, atau informasi keamanan akun.
Jika seseorang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan instansi, masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan.
“Kalau menerima telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal, jangan langsung percaya. Pastikan identitas dan informasinya melalui kanal resmi,” ujarnya.
Sejumlah ciri yang perlu diwaspadai antara lain permintaan transfer uang, kode OTP, PIN, kata sandi, data pribadi, tautan, atau aplikasi tertentu. Pelaku juga kerap mendesak korban agar segera memenuhi permintaan.
Masyarakat disarankan menghentikan komunikasi apabila menemukan indikasi tersebut dan tidak mengikuti instruksi sebelum kebenarannya dipastikan.
*Laporkan Nomor Mencurigakan*
Diskominfo OKI mendorong masyarakat tidak hanya mengabaikan nomor mencurigakan, tetapi juga melaporkannya melalui portal **Aduan Nomor Komdigi** di **aduannomor.id**.
Laporan dapat digunakan untuk membantu proses penanganan terhadap nomor yang terindikasi melakukan penipuan atau spam.
“Kalau menemukan nomor yang diduga digunakan untuk penipuan, segera laporkan melalui aduannomor.id. Laporan masyarakat penting untuk membantu proses penanganan,” kata Adi.
Masyarakat juga disarankan menyimpan bukti komunikasi, seperti nomor telepon, tangkapan layar pesan, atau informasi lain yang berkaitan dengan dugaan penipuan saat melakukan pelaporan.
*Manfaatkan Fitur Keamanan*
Untuk mengurangi risiko menerima panggilan spam atau penipuan, masyarakat dapat mengaktifkan fitur penyaringan dan identifikasi panggilan tidak dikenal yang tersedia pada perangkat Android maupun iPhone.
Operator seluler juga menyediakan layanan pendeteksi spam dan scam. Salah satunya SISCAMLING milik Telkomsel yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola komunikasi yang mencurigakan dan memberikan peringatan kepada pelanggan.
Namun, fitur tersebut merupakan perlindungan tambahan. Kewaspadaan pengguna tetap menjadi langkah utama.
“Teknologi membantu mendeteksi panggilan mencurigakan, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati. Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal,” tegas Adi.
Diskominfo OKI mengajak masyarakat menerapkan prinsip **3T: Tidak langsung percaya, Teliti sebelum bertindak, dan Terus laporkan jika mencurigakan**.
Tidak langsung percaya berarti tidak mudah mempercayai identitas dan informasi dari nomor yang tidak dikenal. Teliti sebelum bertindak berarti melakukan verifikasi melalui kanal resmi. Sementara terus melaporkan berarti menyampaikan nomor yang terindikasi penipuan melalui **aduannomor.id**.
Diskominfo OKI menegaskan, kewaspadaan dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang gerak penipuan digital.
“Jangan mudah percaya, teliti sebelum bertindak, dan segera laporkan jika menemukan nomor yang mencurigakan,” kata Adi.
(Dedy)












