Kompassidik.com | Banda Aceh – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) bidang Equestrian Aceh resmi dikukuhkan dan dilantik. Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan serta pengembangan olahraga berkuda, khususnya cabang equestrian, di Aceh.
Ketua Pengprov Pordasi Equestrian Aceh, Vira Wiara, S.T., mengatakan kepengurusan yang baru dikukuhkan akan memprioritaskan pembinaan atlet secara berkelanjutan, termasuk mendorong munculnya bibit atlet sejak usia dini.
Menurut Vira, pengembangan equestrian Aceh tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan komunitas berkuda. Diperlukan sistem pembinaan yang terarah, fasilitas latihan yang memadai, kompetisi berkelanjutan, serta peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari kerja besar untuk membawa equestrian Aceh ke level yang lebih tinggi. Kita ingin olahraga berkuda tidak hanya dikenal oleh kalangan tertentu, tetapi menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki pembinaan dan prestasi yang kuat di Aceh,” ujar Vira.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan olahraga equestrian di Aceh. Salah satunya adalah keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut, disertai belum optimalnya ketersediaan fasilitas dan sarana latihan.
Karena itu, kata Vira, Pengprov Pordasi Equestrian Aceh akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, klub berkuda hingga para pelaku olahraga.
“Kita membutuhkan dukungan semua pihak. Mulai dari fasilitas latihan, pembinaan atlet, kompetisi yang berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin equestrian Aceh bisa berbicara lebih banyak di tingkat nasional,” katanya.
Vira menegaskan, pihaknya tidak ingin olahraga equestrian di Aceh hanya berkembang sebagai aktivitas komunitas. Lebih jauh, cabang olahraga tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu sumber prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional.
“Kita ingin ada atlet-atlet Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional. Targetnya jelas: pembinaan harus berjalan, kompetisi harus hidup, fasilitas harus diperkuat, dan prestasi harus menjadi tujuan utama,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan pembinaan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun prestasi jangka panjang. Dengan kompetisi yang teratur dan sistem pembinaan yang konsisten, atlet muda Aceh diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur prestasi.
Pengukuhan dan pelantikan Pengprov Pordasi Equestrian Aceh tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memperluas perkembangan olahraga berkuda di Aceh. Selain melahirkan atlet berprestasi, pengembangan equestrian juga dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk menekuni cabang olahraga tersebut.
“Ini waktunya equestrian Aceh bangkit, berkembang dan naik kelas,” pungkas Vira.












