Sangat Mustahil Bila Korps Marinir Memiliki Pesawat Temput F-18.

Kompassidik.online –  Patani di thailand – Korps Marinir merupakan satuan tempur darat yang berkemampuan khusus pendaratan pantai dan perang darat lainnya. Saat ini Korps Marinir berada di bawah naungan TNI-AL. Apabila Korps Marinir membutuhkan pesawat tempur F-18 maka pesawat tersebut harus berada di naungan Puspenerbal yang merupakan satuan penerbangan TNI-AL. Hal ini sangat berbeda dengan Korps Marinir AS yang merupakan angkatan sendiri, bukan satuan yang berada di naungan Angkatan Laut.

Pesawat Tempur F-18 Korps Marinir AS.

Boleh diakui bahwa pesawat tempur sangatlah membantu pendaratan amphibi Pasukan Marinir. Hal ini berguna karena keberadaan pesawat tempur kawan dapat melindungi pasukan pendaratan Marinir dari ancaman pesawat tempur, helikopter, dan drone musuh. Selain itu pesawat tempur juga berperan dalam memberikan bantuan tembak kepada pasukan marinir kawan.

Namun tentunya pesawat tempur harus menghadapi beberapa ancaman seperti pesawat tempur musuh, sistem anti pesawat yang berbasis darat dan kapal perang. Oleh sebab pesawat tempur sebaiknya didampingi dengan pesawat tempur peperangan elektronik seperti EA-18 Glower. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem pengacau jaringan dan elektronik sistem pertahanan musuh. Untuk alternatif yang lebih mudah dan muruh, pasukan pendaratan kawan dapat menggunakan drone pemantau. Dengan kombinasi tersebut, maka pesawat tempur tersebut dapat dengan lancar membantu pasukan pendaratannya.

Sistem anti pesawat pada saat ini merupakan salah satu senjata penting dalam pertahanan pantai.

Pesawat EA-18G Glowler yang mampu mengacak sistem pertahanan anti udara musuh.

Menurut saya kelihatannya Puspenerbal TNI-AL sampai beberapa dekade nanti tidak akan memiliki pesawat tempur karena tidak sesuai dengan tugasnya saat ini. Selain itu, pengoperasian pesawat tempur sangatlah memakan biaya dan diperlukan SDM dan sumber daya pendukung lainnya yang cukup berbobot dan mahal. Untuk saat ini, kelihatannya Korps Marinir akan mengandalkan pesawat tempur TNI-AU karena mampu menjalankan peranan pesawat tempur seperti F-18.

Pesawat tempur multiguna TNI-AU, F-16

Bisa disimpulkan bahwa Korps Marinir sampai saat ini dan beberapa dekade nanti, Korps Marinir tidak akan membeli pesawat F-18 karena korps marinir tidak dapat memiliki pesawat tempur dan TNI-AU sendiri sudah memiliki pesawat tempur. Oleh sebab itu maka Korps Marinir dapat meminta bantuan TNI-AU untuk keperluan bantuan tembak dan pertahanan udara untuk pendaratan amphibinya.  (Red)

BY:SAR.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Back to top