Berita  

JAKADWANA 2026: Membentuk Mahasiswa Kehutanan Papua yang Berkarakter dan Beraksi untuk Hutan Lestari

Kompassidik.com  | Jayapura – Sebanyak 60 orang, terdiri dari 15 calon anggota baru serta pengurus HIMA Sylva PCSI UOGP, senior, alumni, dan panitia, resmi mengikuti pembukaan kegiatan Jelajah Kader Rimbawan (JAKADWANA) Tahun 2026 di lingkungan Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP), Kamis, 27/8/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Generasi Muda Mahasiswa Kehutanan Universitas Ottow Geissler Papua yang Berkarakter, Beraksi untuk Hutan Lestari Papua” ini berlangsung mulai 27 Agustus hingga 20 September 2026, terbagi dalam dua tahap.

Ketua Panitia Pelaksana, dalam laporannya yang dibacakan oleh Sekretaris Panitia, Hana Sawen, menyampaikan bahwa tahap pertama (27 Agustus–16 September) dilaksanakan di kampus UOGP dengan fokus pada pemberian materi dan pelatihan dasar kerimbawanan. Sementara tahap kedua (17–20 September) akan digelar di Hutan Pendidikan dan Pelatihan Nyai Toro Pasir 6, berupa praktik lapangan, jelajah rimba, dan pengukuhan dasar kerimbawanan.

“Kegiatan ini bertujuan mengukuhkan dasar-dasar kerimbawanan, membentuk karakter dan kedisiplinan, menumbuhkan jiwa korsa, serta meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu kehutanan dan teknik survival di lapangan,” ujar Ketua Panitia.

Rangkaian kegiatan meliputi navigasi darat, tali-temali, mountaineering dasar, survival hutan, P3K lapangan, pengenalan flora dan fauna, serta evaluasi. Anggaran kegiatan mencapai Rp11.815.000, yang bersumber dari iuran peserta dan anggota, bantuan dana/barang, serta hasil penggalangan dana panitia.

Pembina HIMA Sylva PCSI UOGP, Frank Leonardo Apituley, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya karakter bagi mahasiswa kehutanan.

“Mahasiswa kehutanan harus punya karakter yang berbeda. Harus tegas, kuat, terampil, dan berwibawa. Jangan sampai setelah ikut kegiatan ini, perubahan hanya bertahan satu atau dua bulan, lalu kembali ke asal. Saya berharap dari semester satu sampai delapan, kalian betul-betul tampilkan karakter yang baik dan berdampak bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa medan jelajah di pasir enam sangat terjal, sehingga mental dan fisik harus benar-benar dipersiapkan.

“Bukan saya menakut-nakuti, tetapi memang itulah kenyataannya. Kalian harus siap,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC Sylva Indonesia UOGP, Kristian Yeninar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan senior yang telah mendukung kegiatan. Ia juga berbagi pengalaman pribadi saat menjalani proses kaderisasi.

“Saya dulu juga dimainkan, sampai sakit dada, badan kotor, tapi itu justru membentuk karakter. Proses itu baik kalau kita ikuti dengan benar. Saya harap adik-adik mahasiswa baru menjalani semua tahapan ini dengan semangat, karena di sinilah kita ditempa menjadi pemimpin,” ujarnya.

Kristian juga menyambut hangat mahasiswa baru angkatan 2026 yang bergabung dengan Program Studi Kehutanan.

“Selamat datang di keluarga besar kehutanan. Kalau mau berkarakter dan berubah, berorganisasilah. Ikuti semua arahan panitia dan senior, lakukan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Kegiatan JAKADWANA ini merupakan program kaderisasi tahunan HIMA Sylva PCSI UOGP yang berlandaskan AD/ART, GBHK, dan Pedoman Kaderisasi organisasi. Diharapkan, melalui seluruh rangkaian kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis kehutanan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan peduli terhadap kelestarian hutan Papua.

“Kami berharap seluruh rangkaian JAKADWANA 2026 berjalan dengan baik, tertib, aman, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” tutup Ketua Panitia dalam laporannya.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua Program Studi Kehutanan, Pembina Sylva, Ketua BEM Fakultas, senior dan Almuni FPPK Program Studi Kehutanan. Semangat, “Salam Rimbawan” menggema sebagai penanda dimulainya pengabdian dan perjuangan generasi muda kehutanan Papua.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top